TabloidSeleberita – Jakarta, 24 Desember 2025 — Film Suka Duka Tawa menunjukkan potensi kuat sebagai tontonan emosional menjelang pergantian tahun. Sejak penayangan perdananya di berbagai agenda khusus, film debut sutradara Aco Tenriyagelli ini menuai respons hangat dan reaksi haru dari banyak penonton, termasuk para musisi dan figur publik.
Dipresentasikan pertama kali di Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF), Suka Duka Tawa kemudian berlanjut ke gala premiere, pemutaran khusus, hingga nonton bareng musisi di sejumlah kota. Antusiasme tinggi bahkan terlihat dari sesi screening mendadak di Depok yang langsung dipenuhi penonton.
Alih-alih mengangkat duka secara melankolis, film ini memilih pendekatan berbeda. Kisah kehilangan dan relasi keluarga disampaikan lewat humor jujur yang dekat dengan keseharian. Tawa menjadi medium untuk bertahan, sekaligus pintu masuk menuju emosi yang lebih dalam.

Pendekatan tersebut berhasil menyentuh banyak penonton. Penyanyi Bernadya, yang lagunya “Masa Sepi” menjadi salah satu original soundtrack film ini, mengaku terkejut dengan dampak emosional yang ia rasakan.
Ia menyebut film ini mampu membuatnya larut, meski awalnya merasa skeptis dengan tema keluarga yang diangkat. Bernadya juga mengapresiasi penempatan lagu-lagu dalam film yang menurutnya memperkuat pengalaman emosional penonton.
Respons serupa datang dari Baskara Putra (Hindia). Ia menggambarkan Suka Duka Tawa sebagai film yang penuh rasa, dengan emosi yang naik turun secara alami. Menurutnya, humor dalam film hadir di momen tak terduga dan justru memperkaya ceritanya.
Sementara itu, komika Indra Jegel dengan nada khasnya menyebut film ini “dijamin bikin nangis”. Ia bahkan membagikan pengalaman personal setelah menonton, mengaitkan cerita film dengan refleksi dirinya sebagai seorang ayah. Film ini, menurut Indra, mampu menghadirkan kebahagiaan sekaligus kegelisahan yang manusiawi.
Antusiasme terhadap Suka Duka Tawa juga terlihat dari berbagai unggahan figur publik yang hadir di gala premiere. Vidi Aldiano mengungkapkan kegembiraannya melihat para sahabatnya terlibat dalam satu film, sementara sutradara Timo Tjahjanto memberikan pujian terhadap debut panjang Aco Tenriyagelli yang dinilainya dieksekusi dengan penuh cinta.
Aktris Febby Rastanty dan kreator Gyanda Agtyani turut menyoroti kekuatan akting para pemain, menyebut film ini sebagai perjalanan emosi yang lengkap—lucu, menyebalkan, sekaligus menyentuh.
Setelah rangkaian pemutaran khusus tersebut, Suka Duka Tawa dijadwalkan hadir lebih dulu melalui program Nonton Duluan di 15 kota pada Minggu, 28 Desember 2025. Kota-kota tersebut meliputi Jakarta, Bogor, Solo, Tangerang, Surabaya, Makassar, Lampung, Bandung, Depok, Cirebon, Yogyakarta, Malang, Semarang, Bekasi, dan Purwokerto.
Film ini akan tayang reguler di bioskop seluruh Indonesia mulai 8 Januari 2026.
Produser eksekutif Ajeng Parameswari menyebut film ini sebagai drama tentang kehilangan yang diceritakan dengan cara berbeda—bukan untuk diratapi, melainkan ditertawakan dengan jujur. Sementara Aco Tenriyagelli berharap film perdananya dapat menjangkau penonton seluas-luasnya dan menumbuhkan harapan baru.
Diproduksi oleh BION Studios dan Spasi Moving Image, Suka Duka Tawa dibintangi oleh Rachel Amanda, Teuku Rifnu Wikana, Marissa Anita, Bintang Emon, Gilang Bhaskara, Arif Brata, Enzy Storia, hingga Abdel Achrian.
Film Suka Duka Tawa siap menjadi salah satu tontonan drama-komedi yang membekas di awal 2026. (Hero)