JAFF Content Market 2025 Ungkap 10 IP Original Unggulan, Bukti Kreativitas Indonesia Siap Masuk Panggung Global

0

TabloidSeleberita – Yogyakarta, 1 Desember 2025 — Industri konten kreatif Indonesia kembali mendapat sorotan internasional lewat gelaran JAFF Content Market (JCM) 2025. Menjadi bagian dari rangkaian JAFF Market yang berlangsung pada 29 November–1 Desember 2025 di Jogja Expo Center (JEC), acara ini menghadirkan sepuluh Intellectual Property (IP) original yang dianggap memiliki potensi besar untuk dikembangkan lintas platform.

JCM 2025 dirancang sebagai ruang temu antara kreator, investor, distributor, dan pelaku industri yang ingin menjajaki peluang kolaborasi. Tahun ini, sepuluh IP yang dipilih dianggap sebagai karya dengan kekuatan naratif yang kuat, keberagaman tema, serta kelayakan adaptasi ke berbagai medium seperti film layar lebar, serial, animasi, game, hingga lini merchandise.

Robby Wahyudi, Head of JAFF Content Market, menyebut bahwa keberagaman IP yang ditampilkan mencerminkan kematangan ekosistem konten tanah air.

“JAFF Content Market menjadi penghubung antara ide-ide kreatif Indonesia dengan peluang distribusi global. Sepuluh IP ini bukan hanya proyek, tetapi representasi kuatnya akar budaya lokal yang memiliki daya tarik universal,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa genre yang hadir—mulai dari sejarah, horor, drama keluarga, hingga fiksi ilmiah—menjadi bukti bahwa Indonesia menyimpan banyak narasi yang belum sepenuhnya tereksplorasi.

Berikut daftar penuh IP yang dipamerkan tahun ini:

• Amurva – Drama sejarah dengan sentuhan realisme magis, mengangkat tema kekuasaan dan intrik ilahi.
• Elang Hitam – Kisah coming-of-age bertema pencak silat yang menyoroti perjalanan seorang pemuda menemukan jati diri.
• Gloomy Sunday – Antologi horor-thriller psikologis yang telah memiliki komunitas penggemar setia.
• Jemawa Yangti – Komedi gelap bernuansa horor, mengeksplorasi tradisi kuliner keluarga yang absurd dan menegangkan.
• Journal of Terror – IP horor investigatif dengan elemen kemampuan astral yang sudah berkembang ke berbagai medium hiburan.
• Meng – Animasi 3D menyentuh tentang seekor kucing jalanan Jakarta yang mencari tempat yang bisa disebut rumah.
• Sangkakala di Langit Andalusia – Epik fiksi sejarah yang berakar pada novel bestseller mengenai kejayaan peradaban Andalusia.
• Tabi – Cerita personal tentang perjalanan seorang perempuan muda Indonesia dalam mencari identitas diri.
• The Summoning – Kisah supernatural yang terinspirasi dari ritual Taoisme dalam budaya Tionghoa Indonesia.
• World Without Sleep – Fiksi ilmiah distopia mengenai dunia yang terjerumus dalam krisis akibat pandemi insomnia global.

Menurut Robby, tahun ini JCM mencatat minat yang lebih besar dari pelaku industri, baik dari platform streaming, produser film, hingga calon investor luar negeri. Hal ini menunjukkan bahwa IP original Indonesia semakin dipertimbangkan sebagai portofolio berkualitas di pasar internasional.

“Inilah momentum emas bagi para kreator. Dengan kerja sama yang tepat, proyek-proyek ini berpeluang besar diwujudkan menjadi karya yang dinikmati penonton global,” tambahnya.

JAFF Content Market 2025 mendapat dukungan penuh dari Amar Bank sebagai mitra utama. Acara ini terbuka bagi profesional industri kreatif, pembeli hak cipta, media, hingga pemerhati konten yang ingin melihat langsung potensi IP Indonesia di masa depan.

Dengan semakin kuatnya kolaborasi lintas sektor, JCM diharapkan terus menjadi pintu masuk bagi karya-karya kreatif Indonesia untuk berkembang dan bersaing di tingkat global. (Hero)

Leave A Reply

Your email address will not be published.