Menag Nasaruddin Umar Tutup MHQ Internasional Disabilitas Netra 2025, Ajak Doa untuk Korban Banjir di Aceh dan Sumatra
Menag Nasaruddin Umar Resmi Tutup MHQ Internasional Disabilitas Netra 2025, Serukan Doa untuk Korban Banjir Bandang
TabloidSeleberita – Jakarta, 6 Desember 2025 — Menteri Agama Nasaruddin Umar resmi menutup gelaran Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ) Internasional pertama untuk penyandang disabilitas netra yang berlangsung di Jakarta. Ajang bersejarah ini menjadi momentum penting bagi para hafiz netra dari berbagai negara untuk menunjukkan kemampuan dan dedikasi dalam menghafal Al-Qur’an.
Dalam sambutannya, Menag tidak hanya memberikan apresiasi kepada seluruh peserta, tetapi juga mengajak mereka untuk mendoakan para korban banjir bandang yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat dalam beberapa hari terakhir.
“Jika malam ini membawa kita pada kebahagiaan atas pencapaian kita di acara MHQ ini, namun hati kita tetap bersama saudara-saudari kita di daerah yang sedang menghadapi ujian banjir bandang,” ujar Menag Nasaruddin Umar.
MHQ Internasional 2025 mencatat sejarah sebagai kompetisi tingkat dunia pertama yang dikhususkan bagi para penghafal Al-Qur’an penyandang disabilitas netra. Acara ini dirancang untuk memperkuat inklusivitas dan memberikan ruang kompetitif yang adil bagi seluruh peserta.
Penutupan MHQ turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk:
• Sheikh Muhammad bin Abdulkarim Al-Issa, Sekretaris Jenderal Liga Muslim Dunia
• Ahmad Muzani, Ketua MPR RI
• Kamaruddin Amin, Sekretaris Jenderal Kementerian Agama
• Serta jajaran pejabat Kemenag lainnya
Kehadiran para tokoh nasional dan internasional ini menegaskan kuatnya dukungan terhadap kegiatan keagamaan yang menjunjung nilai inklusivitas dan pemberdayaan penyandang disabilitas.
Penutupan MHQ Internasional ini menandai babak baru kompetisi hafalan Al-Qur’an bagi komunitas disabilitas netra. Menag berharap ajang ini dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi negara lain dalam menyelenggarakan kegiatan serupa.
Dengan antusiasme peserta dan dukungan berbagai pihak, MHQ Internasional 2025 menjadi langkah penting menuju penguatan moderasi beragama, pemberdayaan disabilitas, dan solidaritas kemanusiaan.
(Hero)