Asrama Santriwati di Situbondo Ambruk, 1 Meninggal Dunia: PBNU Minta Pemerintah Turun Tangan

0

TabloidSeleberita – Situbondo, Jawa Timur — Duka kembali menyelimuti dunia pesantren. Sebuah asrama putri di Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Syekh Abdul Qodir Jailani, Situbondo, ambruk pada Rabu (29/10/2025) dini hari. Peristiwa tragis ini menelan satu korban jiwa dan menyebabkan sejumlah santriwati lainnya luka-luka.

Korban meninggal dunia diketahui bernama Putri (12), santriwati asal Dusun Rawan, Desa Besuki. Ia telah dimakamkan pada Rabu pagi.

Sementara itu, 11 santriwati lainnya mengalami luka-luka dan tengah menjalani perawatan di beberapa fasilitas kesehatan, termasuk RSUD Besuki, Puskesmas Besuki, dan RSIA Jatimned.

Kapolres Situbondo, AKBP Rezi Darmawan, membenarkan kejadian ini dan mengatakan pihaknya masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Kami masih menyelidiki penyebab ambruknya bangunan, apakah karena cuaca atau faktor lain. Kami juga berkoordinasi dengan Kementerian Agama,” ujar Rezi.

Salah satu santriwati yang selamat, Aura Adelia (14), menceritakan detik-detik bangunan ambruk.

“Saya sedang tidur, tiba-tiba bangunan roboh. Semua teman saya juga tidur lelap, tidak ada tanda-tanda sebelumnya,” tuturnya di RSUD Besuki.

Aura mengalami luka di bagian kaki dan sempat panik saat menyadari darah mengalir setelah berhasil keluar dari reruntuhan.
“Setelah tahu luka, saya langsung minta tolong. Alhamdulillah cepat dibawa ke rumah sakit,” tambahnya.

Menanggapi musibah ini, Wakil Ketua Umum PBNU, KH. Dr. (HC) Zulfa Mustofa, menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban dan seluruh civitas pondok.
“Semoga almarhumah syahidah, karena wafat di saat menuntut ilmu,” ujarnya kepada media.

Kiai Zulfa juga menyoroti bahwa insiden ini terjadi hanya selang satu bulan setelah ambruknya musala di Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo. Ia meminta pemerintah turun tangan membantu pesantren-pesantren tua yang memiliki bangunan berisiko.

“Kami berharap pemerintah bisa membantu memperbaiki bangunan pesantren yang sudah rapuh, agar para santri bisa belajar dengan aman,” tegasnya.

Sebagai langkah internal, PBNU melalui Rabithah Ma’ahid Al Islamiyah (RMI) kini tengah melakukan pendataan dan inventarisasi bangunan pondok pesantren di berbagai daerah.

“Kami sedang berkoordinasi agar pondok-pondok tua di lingkungan NU mendapat perhatian dan bantuan,” kata Kiai Zulfa.

PBNU mencatat terdapat lebih dari 26.000 pondok pesantren di seluruh Indonesia yang berafiliasi secara ubudiyah maupun muamalah dengan Nahdlatul Ulama. Banyak di antaranya berdiri puluhan tahun lalu, sehingga memerlukan perhatian khusus dalam hal perawatan dan keamanan bangunan.

Tragedi di Situbondo ini menjadi pengingat pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan ormas keagamaan untuk memastikan para santri menimba ilmu di tempat yang layak dan aman. (Hero)

Leave A Reply

Your email address will not be published.