Film “Tak Kenal Maka Ta’aruf” Angkat Isu Fobia Jatuh Cinta di Kalangan Remaja, Tawarkan Pesan Cinta Sesuai Nilai Agama

0

TabloidSeleberita – Jakarta, 14 Oktober 2025 — Industri perfilman Indonesia kembali diramaikan dengan hadirnya film terbaru bertajuk “Tak Kenal Maka Ta’aruf”, sebuah kisah remaja yang mengangkat tema unik dan jarang dibahas di layar lebar: fobia jatuh cinta atau filophobia.

Film ini diproduksi dengan niat menghadirkan hiburan yang tidak hanya menarik secara emosional, tetapi juga membawa pesan moral bagi generasi muda agar mampu menjalin hubungan yang sehat sesuai dengan nilai agama.

Film “Tak Kenal Maka Ta’aruf” diproduseri oleh sejumlah nama yang juga merupakan orang tua dari anak-anak remaja. Hal ini menjadi alasan kuat di balik keinginan mereka menciptakan tontonan positif yang bisa menjadi alternatif di tengah maraknya film dengan tema-tema berat seperti horor atau laga.

“Tujuan kami sederhana, menghadirkan hiburan yang bisa memberikan manfaat, terutama bagi generasi muda yang sedang mencari jati diri,” ujar salah satu produser dalam konferensi pers film tersebut.

Mengusung premis sederhana namun relevan, film ini menggambarkan perjalanan para remaja dalam menghadapi ketakutan untuk jatuh cinta. Tema ini diwujudkan melalui karakter Zoya, yang diperankan oleh Saskia Chadwick. Zoya digambarkan sebagai sosok yang tenang dan tertutup, berbeda jauh dari kepribadian ceria Saskia di dunia nyata.

“Zoya punya filophobia, dia takut jatuh cinta sampai tahap ekstrem. Tantangan aku di sini adalah bagaimana menampilkan bentuk ketakutan itu secara natural, tanpa berlebihan,” ungkap Saskia. Ia menambahkan bahwa lewat karakternya, ia ingin menyampaikan pesan bahwa cinta sejati tidak perlu ditakuti — karena cinta bisa datang dalam berbagai bentuk, baik dari orang tua, sahabat, maupun pasangan.

Sesuai dengan judulnya, “Tak Kenal Maka Ta’aruf” ingin menegaskan bahwa ta’aruf bukanlah anti-romansa, melainkan cara mengenal pasangan dengan cara yang lebih bermakna dan sesuai dengan ajaran agama.

“Ta’aruf itu sebenarnya pacaran juga, tapi dalam bentuk yang lebih terarah, yang tidak menyalahi norma dan syariat,” jelas sang sutradara.

Film ini diharapkan bisa menjadi refleksi bagi anak muda tentang bagaimana membangun hubungan dengan niat baik dan tujuan yang jelas, bukan sekadar mengikuti tren atau hawa nafsu sesaat.

Proses produksi dilakukan di beberapa lokasi baru di Bogor dan Malang, termasuk di salah satu kampus yang belum pernah digunakan untuk syuting film sebelumnya. Tak hanya visual yang digarap serius, musik pengiring film ini juga punya cerita menarik.

Soundtrack utama bertajuk “Majas Cinta” dinyanyikan oleh Andini Ferdiana, mahasiswi lulusan UIN Malang, dan diaransemen oleh Kepala Program Studi Film dan Televisi ISI Yogyakarta. Lagu ini berasal dari puisi karya sang penulis skenario dan menjadi jembatan emosional yang memperkuat pesan film tentang cinta yang suci dan mendewasakan.

Sang sutradara juga mendedikasikan karya ini untuk kedua orang tuanya, termasuk ayahandanya Toro Margens, yang belum sempat menyaksikan dirinya memproduksi film.

“Film ini bukan hanya hiburan, tapi juga bentuk rasa syukur dan dedikasi saya untuk keluarga dan penonton muda Indonesia,” ujarnya dengan haru.

Dengan kombinasi tema unik, pesan moral yang kuat, serta pengemasan yang ringan dan dekat dengan realitas remaja, “Tak Kenal Maka Ta’aruf” menjadi salah satu film yang patut ditunggu di tahun 2025. Film ini tak hanya mengajak penonton untuk tertawa dan tersentuh, tetapi juga untuk merenung — bahwa cinta sejati selalu datang dengan cara yang penuh makna. (Hero)

Leave A Reply

Your email address will not be published.