PK-TREN Gelar Sarasehan Nasional, Halaqah IV, dan Rakernas 2025 di Cirebon: Perkuat Peran Pesantren Menuju Indonesia Emas 2045

0

TabloidSeleberita – Jakarta, 22 Agustus 2025 – Forum Persaudaraan dan Kemitraan Pesantren (PK-TREN) Indonesia siap menggelar Sarasehan Nasional Pimpinan Pesantren, Halaqah IV, dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I pada 25–27 Agustus 2025. Acara penting ini akan berlangsung di Pondok Pesantren Bina Insan Mulia 2, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, di bawah pimpinan KH. Imam Jazuli.

Dengan mengangkat tema “PK-TREN Indonesia Sebagai Algoritma Peradaban Baru dalam Ekosistem Pesantren Indonesia”, forum ini diharapkan melahirkan gagasan strategis dan langkah nyata untuk memperkuat peran pesantren sebagai pusat pendidikan, ekonomi, serta benteng moral bangsa.

PK-TREN menyusun agenda besar ini dengan beberapa tujuan utama, antara lain:

• Mengonsolidasikan peran vital pesantren dalam pembangunan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.
• Menguatkan kemandirian ekonomi pesantren.
• Merumuskan gagasan strategis menjawab tantangan zaman.
• Meningkatkan sinergi pesantren dengan pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha.

Rangkaian Acara

• 25 Agustus 2025: Sarasehan Pimpinan Pesantren yang akan dihadiri oleh Wapres ke-13 RI KH. Ma’ruf Amin, para akademisi, tokoh pesantren, dan pejabat pemerintah.
• 26–27 Agustus 2025: Halaqah Nasional IV membahas isu-isu pendidikan, regulasi, hingga kontribusi pesantren terhadap pembangunan bangsa dan peradaban dunia.
• 27 Agustus 2025: Rakernas I PK-TREN untuk menetapkan program kerja periode berikutnya.

Selain itu, acara juga akan menghadirkan talkshow dan penandatanganan MoU dengan dunia usaha guna memperkuat ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi pesantren.

Acara ini akan dihadiri oleh sekitar 700–1.000 peserta dari berbagai daerah, meliputi pimpinan pesantren, tokoh agama, pengurus PK-TREN, pejabat pemerintah, hingga mitra strategis.

Beberapa tokoh yang direncanakan hadir antara lain:

• KH. Ma’ruf Amin (Ketua Majelis Pertimbangan PK-TREN),
• Menteri Agama RI,
• Menteri ATR/BPN,
• Menteri Pertanian,
• Mendikdasmen,
• serta tokoh ulama nasional seperti Buya KH. Aqil Siradj, KH. Kafabih Mahrus, dan KH. Imam Jazuli.

Forum besar ini akan menyoroti sejumlah isu strategis, di antaranya:

• Kemandirian ekonomi pesantren.
• Strategi pendidikan pesantren di era digital.
• Harmonisasi regulasi pemerintah dengan dunia pesantren.
• Peran pesantren dalam menjaga kebhinekaan dan persatuan bangsa.
• Kolaborasi pesantren dengan dunia usaha dan filantropi.

Melalui rangkaian kegiatan ini, PK-TREN berharap lahir gagasan besar dan langkah konkret agar pesantren menjadi:

• Pusat pemberdayaan umat.
• Motor penggerak ekonomi kerakyatan.
• Benteng moral dan karakter bangsa.
• Aktor utama dalam membentuk peradaban baru Indonesia yang mandiri, ramah, kolaboratif, dan berpengaruh secara global.

Pengukuhan PK-TREN sendiri dilakukan di Masjid Istiqlal, sebuah simbol kemandirian yang sejalan dengan semangat pesantren. Hingga kini, lebih dari 42.000 pesantren di Indonesia berdiri dengan landasan kemandirian yang kuat.

Selain itu, acara ini juga akan meluncurkan program penting seperti Rama Santri (hasil kerja sama dengan Kementerian Agama RI) serta Pesantren Legal Watch System yang berfungsi mendampingi pesantren dari aspek hukum.

Dengan seluruh rangkaian ini, Sarasehan, Halaqah, dan Rakernas PK-TREN 2025 di Cirebon diyakini menjadi momentum penting menuju kebangkitan Islam Nusantara dan peradaban baru dunia berbasis pesantren. (Hero)

Leave A Reply

Your email address will not be published.