Sekolah Tirtamarta Tanamkan Nasionalisme Sejak Dini Lewat Drama Musikal “Genggam Tanganku”
JAKARTA, TABLOIDSELEBERITA – Dalam rangka perayaan HUT ke-75 Majelis Pendidikan Kristen (MPK), Sekolah Tirtamarta BPK Penabur Pondok Indah kembali menghadirkan pementasan drama musikal “Genggam Tanganku”, sebuah karya seni yang lebih dari sekadar pertunjukan. Di balik gemerlap panggung dan sorotan lampu, tersembunyi sebuah misi pendidikan karakter, menanamkan nilai-nilai kebersamaan dan nasionalisme pada generasi muda.
Disutradarai oleh Johanes Nur Sangkan, pertunjukan ini mengangkat latar belakang sejarah kejayaan Majapahit di bawah kepemimpinan Patih Gajah Mada. Bagi Johanes, atau yang akrab disapa Pak Nur, sejarah bukan sekadar masa lalu yang dilupakan, tetapi sumber nilai-nilai luhur yang perlu dihidupkan kembali di masa kini.
“Rasa gotong royong dan kebersamaan saat ini seolah memudar. Melalui musikal ini, kami ingin membangkitkan semangat itu kembali, semangat persatuan seperti yang diusung Gajah Mada dalam Sumpah Palapanya,” ujar Pak Nur.

Kika: Megan Elisabeth Henderson – Murid SDK TIRTAMARTA – BPK Penabur, Johanes Nur Sangkan – Sutradara dan Wakil Kepala Sekolah SMPK TIRTAMARTA – BPK Penabur, Priskatilla Hutabarat – Pengurus Sekolah TIRTAMARTA – BPK Penabur, Brigitta Sitompul – Murid SMAK TIRTAMARTA – BPK Penabur
Proyek drama musikal ini digarap selama lima bulan dan melibatkan seluruh lapisan civitas akademika sekolah, mulai dari anak-anak TK hingga siswa SMA. Tantangan terbesar, menurut Pak Nur, justru ada pada pemilihan karakter dan pelafalan dialog yang panjang oleh para pemeran muda.
Salah satu siswa, Brigita Sitompul, mengaku sempat terkejut saat dipercaya memerankan tokoh Putri Tribuana Tunggadewi. “Awalnya takut tidak bisa, tapi karena dipercaya saya ingin membuktikan bahwa saya mampu,” ungkapnya.
Bagi siswa lain, seperti Megan Elisabeth Henderson, keterlibatan dalam musikal ini menjadi pengalaman berharga, meski sempat menghadapi sikap dingin dari orang tua. “Saya bangga bisa ikut tampil. Meski orangtua saya tidak terlalu excited, saya tetap berusaha menampilkan yang terbaik,” katanya jujur.
Bagi pihak sekolah, drama musikal ini bukan sekadar ajang unjuk bakat, tetapi juga wujud nyata komitmen terhadap pendidikan seni dan karakter.
“Sekolah kami berusaha menjadi ekosistem yang merawat dan menumbuhkan talenta seni sekaligus karakter siswa,” ujar Priskatilla Hutabarat, pengurus Sekolah Tirtamarta.
“Kami memperkenalkan anak-anak pada berbagai kesenian, baik modern maupun tradisional. Salah satunya adalah gamelan, yang kini menjadi ekstrakurikuler wajib kami sebagai bentuk pelestarian budaya Indonesia,” tambahnya.
Drama musikal “Genggam Tanganku” sebelumnya telah sukses mencuri perhatian saat ditayangkan perdana di Taman Ismail Marzuki (TIM) pada Januari lalu, dengan total penonton mencapai lebih dari 1.200 orang dalam dua sesi.
Dengan pendekatan edukatif dan semangat kebangsaan yang kuat, drama musikal ini menjadi lebih dari sekadar hiburan, ia adalah panggung pembentukan karakter, semangat kolaborasi, dan cinta tanah air bagi generasi penerus bangsa. my