“Menggali Potensi Ekonomi Kreatif Melalui Aksilarasi 2024: Kemenparekraf Dukung UMKM Musik dan Seni Rupa di Destinasi Super Prioritas”

0

TabloidSeleberita – Menggali Potensi Ekonomi Kreatif Melalui Aksilarasi 2024: Kemenparekraf Dukung UMKM Musik dan Seni Rupa di Destinasi Super Prioritas

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) terus berupaya memperkuat subsektor musik dan seni rupa melalui program Aksilarasi 2024. Pada ajang Ideafest 2024 yang berlangsung di Jakarta Convention Center dari 26 hingga 29 September 2024, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, menegaskan pentingnya dukungan terhadap pelaku UMKM di sektor ekonomi kreatif.

“IdeaFest dulu dimulai dari sebuah event yang penuh dengan ide-ide kreatif, dan berkembang setelah 13 tahun menjadi event terbesar untuk ekonomi kreatif di Indonesia,” ungkap Sandiaga.

Program Aksilarasi 2024: Pendampingan dan Pengembangan Ekonomi Kreatif

Aksilarasi adalah program inisiatif dari Kemenparekraf yang berfokus pada penciptaan dan pemanfaatan produk kreatif di lima Destinasi Super Prioritas: Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, dan Likupang. Program ini menggunakan pendekatan community development, di mana Kemenparekraf melakukan pendampingan kepada masyarakat dalam menciptakan produk kreatif unggulan hingga tahap monetisasi.

Sandiaga mengungkapkan bahwa program ini dimulai dengan pemetaan potensi di setiap destinasi dan diikuti oleh inkubasi kreatif. Produk-produk yang dihasilkan mencakup subsektor musik, film, seni pertunjukan, seni rupa, dan penerbitan. Saat ini, produk hasil inkubasi sudah memasuki tahap digitalisasi dan komersialisasi melalui kerja sama dengan distributor seperti Musik Bagus dan Goldilocks.

Musik Bagus: Distribusi Produk Musik Tradisional

Dalam program Aksilarasi, Musik Bagus dipercaya menjadi distributor produk subsektor musik dan seni rupa, terutama di Mandalika dan Labuan Bajo. Produk musik tradisional dari dua destinasi ini, seperti Cilokaq dan Flores Human Orchestra (FHO), dipromosikan untuk lebih dikenal oleh masyarakat luas.

Album Aksilarasi: Cilokaq dan Keindahan Mandalika

Album ‘Aksilarasi: Mandalika’ menghadirkan lima lagu tradisional yang mencerminkan budaya dan keindahan alam Lombok, seperti:

  1. Resonansi Dunie – Mengangkat tema budaya lokal dan pengaruh global di Lombok.
  2. Seribu Masjid – Syukur atas keindahan pulau Lombok yang dikenal sebagai “pulau seribu masjid”.
  3. Pancing Lindung – Cerita tentang cinta tak berbalas dengan nuansa budaya lokal.
  4. Kute Mandalike – Menggambarkan keindahan Pantai Kuta Mandalika yang mendunia.
  5. Balek Bembek – Pantun remaja tentang cinta pertama khas budaya Sasak.

Flores Human Orchestra: Merayakan Tradisi Musik Manggarai

Sementara itu, di Labuan Bajo, album ‘Aksilarasi: Labuan Bajo’ dari Flores Human Orchestra (FHO) menampilkan kekayaan musik tradisional Manggarai. Album ini menyajikan lagu-lagu seperti ‘Bombong’, yang merayakan kebersamaan dan kegembiraan masyarakat Manggarai, serta ‘Gong Dance’, yang memadukan ketukan tradisional dengan musik modern.

Mendukung Ekosistem Kreatif di Destinasi Wisata

Program Aksilarasi tidak hanya memperkenalkan musik tradisional, tetapi juga mendukung seni rupa, fotografi, dan penerbitan. Kemenparekraf bekerja sama dengan distributor seperti Potostock Indonesia untuk produk fotografi dan Elex Media Komputindo untuk penerbitan. Langkah ini bertujuan agar produk-produk kreatif dari lima destinasi super prioritas dapat berkembang dan berkontribusi pada ekonomi lokal.

Dengan program seperti Aksilarasi, Kemenparekraf berharap dapat meningkatkan apresiasi terhadap budaya lokal sekaligus mempromosikan pariwisata di Mandalika dan Labuan Bajo. Produk-produk ini kini sudah tersedia di platform streaming musik digital, memberikan akses lebih luas kepada masyarakat untuk menikmati kekayaan budaya Indonesia.

Hero

Leave A Reply

Your email address will not be published.