Tanggapan Kuasa Hukum Dian G4ul Terhadap Somasi Balik Tessa Mariska.

by -

Tabloidseleberita, – Perseteruan lagu ‘Ikan Asin’ antara Dian G4ul sang pencipta lagu dengan Tessa Mariska dan Barbie Kumalasari kian memanas saling kirim somasi.

Setelah sebelumnya disomasi oleh Dian G4ul, Tessa Mariska melalui kuasa hukumnya Henry Indraguna mensomasi balik Dian G4ul dan memberi waktu 3 x 24 jam untuk meminta maaf dihadapan media.

“Kita belum menerima somasi ulang, jadi sementara ini kami menunggu jawaban, kalau ada jawaban”, ujar Gus Bejo kuasa hukum Dian G4ul saat ditemui di kawasan Tendean, Rabu (20/11/2019).

Gus Bejo pun menjawab tentang pernyataan kuasa hukum Tessa (TS) bahwa somasinya salah kamar.

“Justru kita sebagai penasehat hukum menilai bahwa keduanya terlibat. Nggak ada salah kamar ini bukan urusan kamar, tapi urusan wanprestasi”, kata Gus Bejo.

“Kita somasi karena kita sudah punya alasan hukum untuk melakukan hal itu,” imbuhnya lagi.

Saat menggelar preskon kuasa hukum TS mempermasalahkan perbedaan penulisan angka dan nominal di surat somasi Dian G4ul tentang pembayaran yang sudah dilakukan oleh TS.

“Biasalah itu hanya kesalahan redaksi. Yang pasti disitu sudah jelas bahwa surat teguran hukum terkait hal – hal terhadap klien saya yaitu hal – hal yang belum dipenuhinya kesepakatan – kesepakatan pembelian lagu”, jawab Gus Bejo ringan.

Gus Bejo juga mengatakan bahwa kalau tidak ada kesepakatan kenapa dia menjawab sudah membayar, artinya ada perbuatan disitu.

Masih dikesempatan yang sama Gus Bejo juga menegaskan bahwa baik Barbie maupun Tessa adalah objek hukum yang sama

“Lagu itu dipesan oleh TS dan BK jadi keduanya lah yang menjadi objek hukum yang kita ingatkan untuk memenuhi apa yang sudah disepakati dengan klien saya,” tegas Gus Bejo.

Terkait masalah jumlah kerugian yang diduga halusinasi (halu) oleh kuasa hukum TS, Gus Bejo kembaki menjawab dengan ringan.

“Itu yang bicara kan Ratu halu atau mungkin ratu apa ya nggak tahu. Kita sudah punya cukup bukti. Kalau dia bilang halu, Dian adalah seorang seniman bahwa penciptaan lagunya tidak bisa dinilai dengan materi”, jawab Gus Bejo lagi.

“Kita hanya meluruskan apakah yang terjadi tersebut kalau memang yang saya somasi itu tidak benar seharusnya ada jawaban yang positif, maaf apa yang saudara sampaikan itu tidak benar, bahwa yang benar itu seperti ini. Kalau menghindar itu apa namanya? teman – teman bisa menafsirkannya”, cetus Gus Bejo.

“Klien saya ini lagunya biasanya dibeli 50 juta, kebetulan sesama teman di bawah itu. Tetapi secara real setelah semua dijalankan ada proses arransement ada penyewaan studio kerugian itu kita total ada sekitar 200 juta baik materiil maupun non materiil”, papar Gus Bejo.

“Kalo ada kerugian setiap orang bisa menuntut lewat jalur hukum. Saya tidak menjustice apa yang dilakukan tersomasi itu salah, saya selaku kuasa hukum mengatakan ini adalah dugaan perbuatan yang merugikan klien saya,” tutur Gus Bejo.

Gus Bejo juga mengatakan bahwa somasi dilayangkan bukan untuk mencemarkan nama baik

“Dengan dasar hukum Somasi itu dilakukan untuk mengetahui lebih jelasnya masalah ini. Kita tidak ada tujuan mencemarkan nama baik,” kata Gus Bejo.

Sementara itu di kesempatan yang sama Dian G4ul angkat bicara terkait TS yang sudah datang untuk take vokal.

“BK memang sama sekali tidak take vokal, tapi TS kurang maksimal, saat TS harus take ulang tapi nggak datang lagi, di lokasi syuting videoklip janji jam 10 dateng jam 2 jam 3 belum lagi make up, apa yang bisa kita maksimalin kalau begitu,” ucap Dian.

“Kita keluarin duit dahulu buat bayar arransemen dan sutradara”, ucap Dian lagi.

“Kuasa hukum TS itu adalah rekan saya jadi kita sangat profesional menjalankan itu. Namun sudut pandang penilaian hukum itu memang berbeda kita tetap fokus pembelaan terhadap dasar hukum yang kita miliki,” terang Gus Bejo.

Gus Bejo pun mempertanyakan somasi balik TS yang mengajukan permintaan maaf.

“Apa yang harus dimintai maaf ? nggak salah masa minta maaf ?. kita cuma somasi bukan berarti somasi ditanggapi dengan somasi balik,” ujar Gus Bejo.

“Inshaa Allah endingnya baik. Karena awalnya baik kembalilah baik jangan sampai terlalu luaslah itu harapan saya,” pungkas Dian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *