Dwiki Dharmawan Goes to Johannesburg

by -

tabloidseleberita.com, Bukan hal yang baru bagi musisi sekelas Dwiki Dharmawan main bersama (berkolaborasi) dengan musisi international. Pada kesempatan kali ini Dwiki akan kembali unjuk kebolehannya melalui musik sekaligus mengemban misi budaya tanah air di Johannesburg, Afrika Selatan pada 26-28 September 2019 mendatang.

Disana Dwiki Dharmawan juga akan tampil dengan formasi Dwiki Dharmawan Cucu Kurnia (Kendang Sunda), Rudi Zulkarnaen (Akustik dan Elektrik Bass) dan Ita Purnamasari (vocal). Selain itu Dwiki juga akan berkolaborasi dengan musisi jazz (saxophonist) Afrika Selatan, Sisonke Xonti.

Dwiki sendiri menyebutkan bahwa penampilannya kali ini adalah penampilan yang ke 71 di negara asing. Sementara Ita Purnamasari, sang istri mengaku bahwa kunjungannya ke Afrika Selatan kali ini adalah negara ke 21 yang disinggahinya.

“Selama bermusik Afrika Selatan adalah negara yang ke 71 yang saya kunjungi. Sementara Ita, Afrika Selatan adalah negara ke 21 yang dia kunjungi,” kata Dwiki saat press conference di Uly House Coffee&Kitchen, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (19/9).

Festival Jazz tertua di Afrika Selatan ini akan berlangsung di Sandton Convention Center, Johannesburg bertajuk ‘Live the Music–Jazz Unleashed’ ini akan menampilkan 350 artis dari mancanegara dengan 4 buah panggung.

Bintang-bintang jazz mancanegara yang akan tampil pada festival ini diantarannya Wynton Marsalis bersama Jazz at Lincoln Center Orchestra (USA), Moreira Chonguiça (Mozambique), Roberto Fonsesca (Cuba), Manu Katché (Perancis), Ken Peplowski (USA), Etuk Ubong (Nigeria), Lady Smith Black Mambazo (Afrika Selatan), Salim Washington (Afrika Selatan), Serta Sankofa (Ghana), Alexander Beets (Belanda), Zachusa (Afsel/Swiss/USA), Shannon Mowday (Norwegia), Mandla Mlangeni (Afrika Selatan), Dwiki Dharmawan feat Sisonke Xonti (Indonesia/Afrika Selatan) dan lain-lain.

“Tampil pada perhelatan musik di mancanegara tidak hanya sebagai ekspresi diri melalui karya musik tapi lebih dari itu merupakan ajang merayakan cinta. perdamaian dan toleransi melalui balutan diplomasi budaya” kata Dwiki Dharmawan yang tahun 2018 yang lalu baru saja mendapat penghargaan “Gold Medal for Creativity’ dari WIPO (World Intelectual Property Organization’.

Dwiki juga menambahkan bahwa sudah saatnya Indonesia untuk selalu hadir pada berbagai perhelatan musik terbaik di dunia sebagai bagian dari eksistansi dan pergaulan Indonesia di kancah global.

Dwiki Dharmawan yang telah tampil di lebih dari 70 negara akan membawakan repertoire musik yang diambil dari album So Far So Close, Pasar Klewer, Rumah Batu dan album barunya yang akan segera dirilis “Hari Ketiga”. Pada setiap penampilannya Dwiki Dharmawan selalu melibatkan instrument tradisional Indonesia, kali ini ia membawa serta Kendang Sunda.

“Kami selalu terinspirasi oleh musik jazz sebagai simbol kebebasan untuk menjadi kreatif dan mengeksplorasi di luar tradisi itu sendiri. Ini adalah inti dari gagasan kami tentang Jazz Unleashed”, kata Mantwa Chinoamadi, Produser Festival di T-Musicman.

Sementara itu Peter Tladi, CEO T-Musicman, mengemukakan bahwa acara ini menandai 25 tahun demokrasi Afrika Selatan, dengan menggelar kolaborasi kami dengan Wynton Marsalis dan Jazz at Lincoln Centre Orchestra, yang kehadirannya dibutuhkan untuk menandai jejak kami di era global dalam balutan diplomasi budaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *