Sandy Tumiwa Gandeng Tim Pengacara Handal Di Persidangan Hari ini

by -

Bertempat di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Kamis (19/08/2019) sidang Sandy Tumiwa terkait kasus narkoba kembali digelar dengan didampingi Ibunda Sandy Amalia Nurshanty, dan tim pengacara handal barunya yang dipimpin Gus Bejo. Sidang berjalan cukup singkat karena mendengarkan Pledoi dari kuasa hukumnya Sandy Tumiwa.

“Dalam nota pembelaan saya sampaikan bahwa ada fakta dan bukti, kami selaku kuasa hukum melakukan investigasi, terkait tuntutan Jaksa pasal 112 ayat 1 pasal 132 ayat 1 itu sangat memberatkan karena Sandy ini saya yakini murni sebagai pengguna maka dalam nota pembelaan kami uraikan beberapa kejadian dan fakta dalam penyidikan Polisi disitu diterangkan memang dipakai sendiri dan itu mudah – mudahan jadi pertimbangan majelis hakim untuk memutuskan Sandy dengan pasal 127 ayat 1 seharusnya memang di rehab”, ujar Gus Bejo usai persidangan.

“Pasal yang dituntutkan oleh jaksa penuntut umum pasal tersebut tidak cocok dan pas bagi Sandy karena secara fakta Sandy adalah pengguna, kami selaku kuasa hukum tetap mengajukan beberapa pertimbangan dan pesan – pesan untuk Sandy selalu berdoa semoga dikasih keputusan seadil – adilnya”, tambah Gus Bejo.

Dikesempatan yang sama Sandy mengatakan ketergantungannya saat dipenjara.

“Saya melawannya ke hal – hal yang positif kita butuh lingkungan yang baik artinya lingkungan yang bisa memberikan motivasi kita untuk berubah ke arah yang lebih baik,” tutur Sandy

“Sandy ini sakit yah jadi harus benar – benar dirawat, menurut saya orang sakit harus direwat kenapa dikekang dan harus di penjara”, cetus Falky Parera yang juga kuasa hukum Sandy.

“Ini yang terakhir lah semoga tidak terjadi lagi dengan Sandy sekarang harus berhenti, bekerja lagi untuk masa depan lebih baik”, ucap Gus Bejo.

Gus Bejo kembali menegaskan bahwa Sandy butuh direhab. “Secara prosedur sudah kita lakukan dengan melakukan esesment saat awal Sandy ditangkap dan kita dampingi sampai selesai. Pasal 127 itu fungsi orang yang terjerat narkoba tidak semata – mata menjadi polemik sesuatu hal yang menakutkan di dalam diri terdakwa secara hukum dijelaskan memang ada hak dilakukan pengobatan”, tegas Gus Bejo.

“Bahwa pemidanaan bukan untuk balas dendam tetapi untuk menyadarkan orang, sehingga klien kami layak dilakukan rehabilitasi”, imbuh Sultan Basyit

“Kan kasihan juga kalau semua pengguna narkotika itu ditahan berjuta – juta itu pengguna narkoba ditahan. Maka fungsinya kuasa hukum melakukan pembelaan menunjukkan beberapa bukti supaya klien kita itu berhenti dan memang mendapatkan keadilan seadil – adilnya dengan proses rehabilitasi”, pungkas Gus Bejo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *