Hayya The Power of Love 2, Potret Kemanusiaan di Tanah Palestina Tanpa Muatan Politik

by -

tabloidseleberita.com, Adalah Hayya The Power of Love 2. Satu lagi film yang berlatar kemanusiaan di tanah Palestina karya penulis Asma Nadia diangkat ke layar lebar. Hayya The Power of Love 2 sendiri memiliki keterkaitan dengan film 212 The Power of Love yang dirilis pada Mei 2018 lalu. Pun demikian, Asma Nadia mengatakan ada perbedaan mendasar antara film pertama dan kedua baik dari sisi cerita dan lainnya.

“Universe-nya sama tapi ceritanya berdiri sendiri. Film ini berisi pesan kemanusiaan, dalam konteks Palestina,” sebut Asma Nadia, selaku associate producer di Epicentrum Walk, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (8/9/2019).

Film ini sendiri berkisah mengenai Rahmat, seorang jurnalis yang karena dihantui perasaan bersalah dan dosa di masa lalu, memutuskan untuk menjadi relawan kemanusiaan. Ia pun akhirnya menjadi relawan kemanusiaan di Palestina. Di sana ia bertemu dengan Hayya, gadis kecil yatim piatu korban konflik Palestina.

Hubungan keduanya menjadi sangat dekat dan menjadi lucu ketika Hayya tak memperkenankan Rahmat untuk pulang ke Indonesia dan menikah dengan perempuan bernama Yasna. Di sinilah terjadi sebuah kisah menarik, kompleks namun menghibur sebagai film keluarga.

“Film ini dilandasi niat baik. Niat baik kalau terpapar obsesi kan jadinya tidak baik. Kalau ditanya target penonton, saya minta doanya saja,” kata Asma Nadia yang juga mengatakan bahwa keuntungan dari film ini akan disumbangkan bagi anak Indonesia dan Palestina yang kurang beruntung.

Hal ini menampik bahwa film Hayya The Power of Love 2 ini memiliki muatan politik. Asma Nadia meyakinkan bahwa tak ada sama sekali konten politik dalam film yang juga melibatkan Oki Setiana Dewi dan Helvy Tiana Rosa dalam jajaran produser.

“Oh sama sekali nggak ada. Saya sudah empat kali menonton film ini dan harusnya tidak ada prasangka semacam itu,” tegas Asma Nadia.

Rencananya, film ini bakal mendapatkan jatah tayang di bioskop pada 19 September 2019. Sekadar diketahui, film ini juga diperkuat oleh pemeran Fauzi Baadila, Ria Ricis, Asma Nadia, Hamas Syahid dan juga Amma Hasanah Shahab sebagai Hayya. Sementara itu syuting dilakukan di Jakarta, Yogyakarta, dan sebagian kecil Palestina.

Asma Nadia pun menegaskan bahwa filmnya adalah film tentang kemanusiaan. “Untuk peduli pada saudara kita di Palestina, kan tidak perlu menjadi Islam. Cukup menjadi manusia. Jadi film ini sebenarnya tentang kemanusiaan,” tandasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *