PP Menuntut Keadilan Terhadap Pelaku Pengancaman Ketua Umumnya

by -

Terkait Video dugaan penghinaan dan pengancaman Ketum Pemuda Pancasila (PP) Japto Soerjosoemarno, Falky Parera BPPH PP DKI menjelaskan kronologisnya Rabu (21/08) di kawasan Kalibata.

Falky Parera menunjukkan surat laporan

“Kronologis pada saat itu Minggu (18/8) sekitar jam 10 malam ada informasi dari teman PP (Pemuda Pancasila) mereka melihat video di salah satu akun Instagram, mereka langsung kirim ke saya dan mereka bilang ini permasalahan lama atau orang ini anti PP. Di video tersebut selain Ketum PP, mas Abi juga ada disitu,” ujar Falky

“Setelah saya lihat dan amati jam 11 malam kita langsung meluncur ke rumah pelaku di jalan Kemang Selatan 12, disitu sudah banyak massa PP yang berkumpul, kebetulan basis kita yang banyak itu di Kemang. Massa disitu hampir 1000 orang. Saya bersama Royyan datang kesitu untuk melihat apa benar orang yang dimaksud tinggal disitu dan ternyata benar. Dan pada saat itu pintu rumahnya tidak mau dibuka,” tambah Falky.

Falky mengatakan pihaknya tidak langsung menghakimi tersangka. “Dan kami dari pihak kuasa hukum berkoordinasi minta anggota Polisi untuk datang mengamankan itu. Massa tersebut melihat bahwa tersangka ini menghina Ketum, menjelek – jelekan Ketum, membicarakan anak Ketum mas Abi tepatnya istri mas Abi yang mana kata – kata di video tersebut sudah masuk ke arah pornografi,” tutur Falky. 

“Kemudian di upload lagi video berikutnya yang berkaitan dengan bang Yoris katanya kepalanya akan dipenggal. Setelah kita datang ke lokasi didampingi Polres Jakarta Selatan kita masuk ke rumahnya,” imbuh Falky.

Falky juga mengatakan bahwa pelaku yang berinisial R yang membuat dan mengupload video ancaman kepada Ketum PP ini ternyata tidak stabil. Dari keterangan orang tuanya ini sang anak sudah pernah minta direhab.

“Setelah kita jemput dari rumahnya dengan pendampingan pihak Polsek akhirnya dibawa ke Polres. Sampai di Polres setelah kita koordinasi akhirnya kita bawa ke Polda Metro Jaya karena akses untuk masalah Cyber ini lebih lengkap. Sampai di Polda kita buatkan laporan Polisi dengan pasal – pasal yang kita terapkan disini yakni tindak pidana kesusilaan dan atau menakuti melalui media elektronik ITE serta tindak pidana pornografi. Dan malam itu juga orang tersebut ditahan,” tegas Falky.

“Kita percaya pada pihak Kepolisian, kita minta jalur hukum artinya si R ini harus mempertanggung jawabkan apa yang dikatakannya di medsos. Dan malam itu massa PP makin berdatangan dari seluruh Indonesia di Polda karena Marwa Ketua PP kami dihina – hina. Kami juga mengucapkan terima kasih juga kepada Kepolisian khususnya unit Krimsus. Selanjutnya kita ikut saja sampai di persidangan,” imbuhnya.

Falky juga mengatakan bahwa ketum PP meskipun sudah dihina dan diancam beliau tidak terlalu emosi hanya menganggap sebagai cobaan saja. Kalau mas Abi bilang pelaku harus mempertanggung jawabkan.

“Pasal yang dikenakan kepada pelaku adalah UU ITE dan Pornografi jadi pasal berlapis pelaku terancam hukuman 5 tahun, kita tetap ikuti perkembangannya. Kita bersyukur malam itu tidak terjadi apa – apa terhadap pelaku. PP sekarang berbeda dengan yang lama tidak main fisik,” tegas Falky.

“Info dari pihak kepolisian pelaku akan diperiksa kesehatannya. Tapi menurut saya patut diduga R ini tidak sakit, polisi masih mendalami si R. harapan kita hukum berjalan tegak lurus. Kita kawal terus sampai pengadilan,” pungkas Falky

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *