Tiara “Pecel” Rahayu, Diantara Seni dan Berniaga

by -

tabloidseleberita.com, Paska melahirkan anak yang keenam pedangdut Tiara Rahayu atau yang lebih dikenal dengan Tiara ‘pecel’ ini terlihat kembali aktif ke dunia dangdut sembari berdagang nasi pecel, indomie, kopi dan lainnya, yang diberi nama ‘warung kopi in dangdut’ yang letaknya tidak jauh dari kediamannya di kawasan Salemba, Jakarta Pusat.

Tiara sendiri mengaku sudah setahun belakangan ini meninggalkan arena usaha jualan pecelnya yang berada di pinggir jalan Salemba Raya, lalu kemudian dirinya lehih memilih jualan kopi dan mie instan di depan rumahnya. Terbukti, Tiara mengaku lebih nyaman, lantaran bisa mengawasi kedua anaknya yang masih kecil.

“Saya pindah lokasi jualan. Soalnya, kalau di trotoar bolehnya cuma jualan sore hari, tapi kalau di depan rumah, kan bebas mau sampe jam berapa aja, enggak masalah,” kata Tiara, ketika ditemui di warungnya belum lama ini.

Berniaga kecil-kecilan memang sudah dilakoni Tiara sejak masih remaja di kampungnya Sumedang, Jawa Barat, wajar jika dirinya juga tidak canggung lagi berdagang kopi dan mie instan.

Seperti diketahui Tiara yang berprofesi sebagai pedagang pecel ini pun sempat viral lantran profesinya awalnya ini. Ia pun sempat dijuluki si ‘Goyang Pecel’ usai merilis single perdananya ‘Bukan Siti Nurbaya’.

Dan kini, wanita asal Sumedang ini kembali hadir dengan single keduanya bertajuk ‘Rumah Kedua’ yang juga kembali diciptakan dan diproduksi Djemmi Record. Setelah single perdananya berjudul Bukan Siti Nurbaya dirilis pada (2018) lalu.

Lagu ini menceritakan tentang perlawanannya pada sistem perjodohan yang masih terjadi di masyarakat.

“Videoklipnya sendiri sudah jadi, tinggal nunggu dilepas di YouTube. Semoga single ini disukai oleh pecinta musik dangdut Tanah Air,” imbuh ibu dari 6 anak ini.
Setahun sudah jarak Tiara melepas singlenya. Diakuinya, tak semua orang disekitarnya tahu jika ia mulai meniti karir menjadi biduan dangdut.

“Ada yang tahu, ada yang nggak sih,” kata perempuan yang juga pernah bekerja sebagai buruh di sebuah pabrik.

Ia pun mengaku tak malu dengan profesinya saat ini yang hanya penjual kopi dan mie instan saja.

“Nggak malu (dagang), karena sudah biasa dari sejak sekolah,” sebut ibu enam anak ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *