Diduga Investasi Bodong, MeMiles Sebut Ada Aroma Persaingan Usaha “Tidak Sehat”

by -

tabloidseleberita.com, Baru baru ini beredar kabar bahwa ada sekitar 14 entitas investasi ilegal (bodong) yang sedang aktif beroperasi dan berpotensi merugikan masyarakat (konsumen).

Salah satu dari ke 14 yang diduga entitas investasi ilegal (bodong) itu adalah PT Kam and Kam (MeMiles) yakni Perusahaan yang bergerak melalui bisnis aplikasi advertising.

Bertempat di Hall E, JI Expo Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Sabtu (3/8) dua orang perwakilan dari MeMiles yakni dr Eva Martina Luisa dan Suhanda menjelaskan terkait posisi perusahaanya yang santer diduga merupakan perusahaan investasi ilegal (bodong).

Baik Eva maupun Suhanda sepakat menegaskan kalau MeMiles bukanlah perusahaan berbasis investasi ilegal seperti yang ramai dibicarakan.

“Kami (MeMiles) itu bukan perusahaan yang bergerak dibidang investasi, MLM ataupun sejenisnya. Tetapi MeMiles itu bergerak pada bisnis aplikasi advertising,” kata Eva.

Eva menambahkan bahwa MeMiles adalah sebuah Program bisnis berbasis aplikasi yang memadukan bisnis travelling, advertising, dan market place dalam satu aplikasi.

Caranya, cukup dengan men-download MeMiles yang sudah tersedia di Appstore, lalu mengisi (register) dikolom yang tersedia. Setelah mendaftar, kemudian memilih iklan yang diinginkan untuk melakukan top up.

Jumlah poin ini tentu didasarkan pada top up yang dilakukan para member. Berdasarkan jumlah poin yang dikumpulkan, maka akan diberi peluang untuk memilih bonus yang lebih menarik. Di antaranya, perjalanan wisata, kendaraan bermotor, properti dan emas batangan (logam mulia) yang ditawarkan dengan harga yang relatif murah.

Senada dengan Eva, Suhanda juga memaparkan bahwa MeMiles bukanlah bisnis yang berbasis di sektor jasa keuangan seperti perbankan, asuransi, leasing dan MLM, maka Suhanda pun meyakini kalau MeMiles tidak bersinggungan dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Memiles itu bukanlah bisnis jasa yang memutarkan uang milik masyarakat seperti bank, asuransi, leasing atau MLM misalnya. Tetapi MeMiles adalah sebuah bisnis program aplikasi pasang iklan (advertising) berbayar. Dimana dari setiap iklan yang dipasangkan itu member berhak mendapatkan point (reward). Dananya dari mana?, kita di support oleh Google dimana setiap yang men-download MeMiles di PlayStore ada nilainya yang disupport oleh Google. Inilah yang dipakai untuk memberikan hadiah atau bonus pada member,” sebut Suhanda.

“Yang jelas tujuan MeMiles adalah ingin memberi kesempatan pada masyarakat untuk bisa mendapatkan mimpinya, merubah kehidupannya menjadi lebih baik. Kita ingin membantu untuk mensejahterakan masyarakat lewat aplikasi pasang iklan ini. MeMiles juga mengantongi surat (perijinan) lengkap yang terdaftar di Dirjen AHU, Kemenkumham. Sepertinya ini cuma tendensi persaingan usaha yang “tidak sehat” dari kompetitor karena omset nasional MeMiles sudah tembus lebih dari 40 Milyar,” sambungnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *