Mengulik Wayang Potehi Pada Perayaan She Jit Kongco Di Kwan Tee Bio

by -

Selama tiga hari Vihara Kwan Tee Bio yang terletak di Jalan Baru No.20 Tegal Alur ini mengadakan perayaan She Jit Y.M Kongco Kwan Seng Tee Kun. Acara yang di mulai sejak 26 Juli 2019 lalu ini berlangsung cukup meriah. Berbagai kegiatan dilakukan selama 3 hari tersebut, antara lain Doa bersama She Jit Kongco Kwan Kong, hiburan, makan bersama dan pegelaran wayang Potehi dan juga pelayanan pengobatan secara spiritual.

Pelayanan pengobatan secara spiritual di Kwan Tee Bio

“Kami hanya menjalani pengobatan untuk semua agama.Pelayanan untuk global,” ujar Suhu Vincent di sela – sela acara She Jit Sabtu malam.

Acara pun berlangsung lebih meriah saat puncak acara pada hari Sabtu (27/7) malam. Sejak pukul 5 sore nampak orang mulai berdatangan baik dari umat Kwan Tee Bio, maupun umat Vihara lainnya. Ratusan orang datang silih berganti mulai dari anak kecil hingga orang tua terlebih dihiburan dengan panggung musik dan tari.

Pada kesempatan itu pula diserahkan piagam sebagai bentuk apresiasi dari Kwan Tee Bio kepada Ketua Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia yaitu Xs. Budi Santoso Tanuwibowo.

“Plakat tersebut sebagai cinderamata kenang – kenangan sebagai bentuk ucapan terima kasih pihak dari Kwan Tee Bio Tegal Alur karena kita sudah megundang beliau dan beliau berkenan hadir malam ini. Sebagai apresiasi kami karena beliau salah satu pimpinan MATAKIN,” kata Suhu Vincent.

“Untuk acara kali ini kita menyediakan plakat cukup banyak karena ada 6 klenteng yang kita undang. Tentunya kalau beliau – beliau ikut berpartisipasi kita harus beri apresiasi karena sudah mau datang dan memberi respon positif. Tiap tahun jumlahnya tidak sama untuk tahun ini sekitar 7 termasuk penari yang tardi sudah tampil,” tambah Suhu Vincent. 

Selain tarian, musik Pop hingga dangdut, kehadiran wayang Potehi cukup menyemarakkan malam puncak tersebut. Kehadiran wayang Potehi ini bukanlah tanpa kebetulan bahkan cerita yang ditampilkan harus berdasarkan petunjuk sang Kongco.

Pagelaran wayang Potehi

Wayang Potehi diambil dari kata Po yang artinya kantong jadi Potehi itu boneka kantong. Potehi yang kita tampilkan kali ini memiliki judul Shi Jin kui menuju ke barat. Untuk memilih judul ini pun harus melalui proses kita bertanya ke Beliau (Kongco) dengan mengajukan beberapa judul, dan Kongco yang langsung memilih.

Cerita ini berkaitan dengan sejarah negeri Tiongkok dan sampai saat ini pun masih terkenal juga seperti Sam Kok dan lain – lain. Budaya ini kita angkat kembali agar generasi muda mengenal budaya leluhur

“Potehi sendiri memiliki Dewa yakni Dewa Kesenian. Sebelum memulai pertunjukan ini kita melalui proses ritual sembayang dahulu dengan beberapa macam sajian. Segala sesuatu ada aturan spiritual,” tegas Suhu Vincent 

“Kita minta ijin kepada Tuhan Yang Maha ESA setelah itu kita minta ijin kepada Kongco sebagai tuan rumah disini,” tambah Suhu Teddy

Di kesempatan yang sama Suhu Vincent pun menjelaskan beberapa pantangan di wayang Potehi

“Memang ada beberapa pantangan, tidak boleh ada yang berdiri di depan panggung karena menghalangi pantangan Kongco melihat panggung. Boneka ini tidak boleh dipegang selain dalangnya. Dan bonekanya si aktor harus melalui proses ritual sehari sebelumnya,” tegas Suhu Vincent

“Untuk posisi panggung, jam pertunjukkan pun harus seijin Kongco,” pungkas Suhu Teddy.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *