Representasi Historikal Budapest Ditangan Para Seniman Indonesia

by -

tabloidseleberita.com, Keindahan dan nilai historikal yang demikian tinggi di kota Budapest akan di dokumentasikan oleh beberapa seniman (pelukis) tanah air dalam rangkaian acara Joint Exibition and Workshop pelukis Indonesia-Hongaria. Acara tersebut terselenggara berkat prakarsa Kedutaan Besar Indonesia untuk Hongaria.

Para pelukis Indonesia akan diberangkatkan ke Budapest, Hongaria untuk melakukan observasi dan penggalian ide lukisan. Sebaliknya, perupa Hungaria akan bekunjung ke Indonesia guna mencari ide. “Ini bisa sekalian jadi promosi pariwisata kita,” kata Duta Besar Indonesia untuk Hongaria Dimas Wahab.

Pameran bersama ini diprakarsai oleh Duta Besar Indonesia untuk Hongaria, Dimas Wahab, dengan dua orang kurator yang sudah dipilih untuk menanganinya, yakni budayawan Toeti Heraty dan Ari Kupsus, pemilik gallery di Budapest.

“Budapest, Hongaria sering disebut Parisnya Eropa Tengah. Di sana penuh peninggalan budaya karena penah dikuasai Romawi, Mongolia, Turki, Austria, dan pernah jadi bagian dari Uni Soviet,” kata Toeti Heraty dalam di Roosseno Plaza, belum lama ini.

Beberapa seniman Indonesia yang akan diberangkatkan antara lain Afriani (pelukis interaksi manusia), Hardi (realism sosial), Baron Basuning (abstrak spiritual), Tatang Ramadhan Bouqie (surealis), dan Hannyoto Roosseno (pelukis/arsitek). Mereka akan mengunjungi Budapest pada September 2019 dan menginap di kastil milik Ari Kupsus.

“Lukisan jadi penghubung kerjasama dua negara ini karena Hungaria dikenal sebagai kota seni,” sebut Dimas Wahab.

Pameran sendiri akan diselenggarakan pada Oktober 2019 mendatang di Indonesia dan Hongaria. Pameran di Hongaria berbarengan dengan Indonesian Food Festival di Budapest sehingga akan ada satu rangkaian pemeran tentang budaya Indonesia, baik makanan maupun lukisan.

Sementara itu ditempat yang sama pelukis beraliran abstrak, Baron Basuning menyebutkan bahwa dirinya baru kali pertama melakukan kunjungan (pameran) ke Budapest. Sehingga Baron pun mengaku belum mengetahui persis objek apa yang nantinya akan menjadi ide untuk dibuatkan karya abstrak olehnya.

“jujur karena ini kunjungan pertama saya ke Budapest jadi saya belum tahu persis objek apa yang akan saya lukis nanti, karena biasanya ide itu akan muncul denga sendirinya ketika kita ada bersama dengan (dekat) objek,” kata Baron.

Baron Basuning (pelukis abstrak spiritual)

Sebagai pelukis, Baron kerap menyelenggarakan pemeran tunggal dan pameran bersama. Pameran tunggal yang pernah ia selenggarakannya antara lain Confession di Soka Gallery, Jakarta (2005), Spirit di German Communities at GTZ Office, Deutsche Bank, Jakarta (2005), Prologue di Sesby Gallery, Jakarta (2006), Mind Eye di Nikko Hotel, Jakarta (2006), Walk On di Four Seasons Hotel, Jakarta (2007), Self Stream di The Mercantile Club, Jakarta (2008), Stroberi di Ladang Jagung, di Four Seasons Hotel, Jakarta (2009), True Colors at Grand Preanger Hotel, Bandung (2010), dan Land of Legacy di Galeri Cipta III Taman Ismail Marzuki Jakarta (2013).

Sedangkan pameran bersama yang pernah ia ikuti diantaranya, Freedom Expression with 7 contemporary artists di Komunitas Poros Indonesia, Jakarta (2001), pameran bersama di d’Gallery, Jakarta (2003), pameran bersama di Dharmawangsa Square, Jakarta (2004), pameran bersama di Apartemen Cassablanca, Jakarta (2005), pameran bersama di Taman Budaya Solo, Surakarta (2008), Gerakan Seni Abstrak Indonesia di Taman Budaya Jogjakarta, Jogjakarta (2010), pameran lukisan bersama 25 Pelukis Jakarta ‘Detergen’ di Galeri Cipta II, Taman Ismail Marzuki, Jakarta (2010), pameran bersama ‘SACHARINE SMILE’ Agoes Jolly di Galeri Cipta II, Taman Ismail Marzuki, Jakarta (2012), Collective Exhibition ’Scene of Abstraction’ di Agora Gallery New York, Amerika Serikat, dan lain lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *