Fantasyium: Kristal Harapan, Buku Novel Fantasi Perdana Muqtadir Ghani Untuk Remaja Milenial

by -

Menulis sebuah buku tidaklah mudah terutama bagi kaum Milenial saat ini yang mana bisa dibilang era digital. Jika pada umumnya anak – anak milenial saat ini cenderung lebih suka main game online yang sudah mewabah, tidak demikian halnya dengan Ghani. Muqtadir Ghani Putranto demikian nama lengkap Ghani yang kelahiran Jakarta 19 Januari 2001 ini cenderung lebih menyukai menulis buku. 

Bertempat di perpustakaan UNJ pada hari Selasa (10/06/2019), Ghani meluncurkan karya perdana sebuah Novel yang berjudul ‘Fantasyium: Kristal Harapan’. Buku novel setebal 250 halaman ini begenre fantasi.

Muqtadir Ghani Putranto sang penulis novel Fantasyium: Kristal Harapan

“Saya lebih suka berkarya untuk masyarakat luas. kalau games itu memuaskan diri sendiri, tapi dengan membuat karya itu bisa menyenangkan diri sendiri dan juga masyarakat luas. Karena kalau karya saya disukai maka saya senang juga”, ujar Ghani disela – sela peluncuran novelnya tersebut.

Ghani juga mengungkapkan seorang inpirator yang memicu dirinya menjadi seorang penulis saat ini.

“Saya terinspirasi dari kakak alumni saya yang bernama Mutia, dia sudah mulai menciptakan 32 buku bahkan sudah sejak Sekolah Dasar dia menghasilkan buku. Kalau dia bisa buat buku kenapa saya tidak ?. Itulah pemicu saya membuat buku”, ungkap Ghani yang masih merupakan seorang pelajar SMA ini.

Selain itu Ghani juga mengungkap bahwa penulis Stan Lee yang melahirkan tokoh – tokoh Superhero Marvel ini juga inspirator bagi dirinya.

“Jika Stan Lee fantasy ke Superhero saya lebih ke anak muda yang bejiwa pahlawan tapi disatukan dengan genre fantasi. Lebih ke pertualangan yang bersifat mistis, dengan aura – aura Nusantara. Seperti Garuda yang saya modifikasi mempunyai kekuatan api”, tutur Ghani putra pertama dr Edi Prasetyo dan dr Ihsanijah M.

Ghani juga mengatakan bahwa buku ‘Fantasyium: Kristal Harapan’ membutuhkan waktu satu tahun dalam penggarapannya.

“Proses pembuatan buku ini cukup lama dan tidak mudah. Yang penting alur ceritanya, beberapa chapter – chapter yang tentu saja diperiksa lembali dengan editor agar pembaca tidak bingung memahami cerita buku ini. 2017 awal pemikirannya, 2017 pertengahan pembuatannya dan akhir tahun buku ini selesai, keluarnya 2018”, terang Ghani.

Sementara itu dikesempatan yang sama Miquel Angelo editor buku novel ini memaparkan bahwa Ghani sangat konsisten guna menyelesaikan bukunya sebanyak 250 lembar halaman. kekuatannya di dalam kelancaran cerita, ceritanya mengalir lancar.

Buku ini pun dilengkapi beberapa gambar di dalamnya guna mendukung cerita. Sent Yaki Satya Putra sang ilustrator mengatakan untuk gambar di dalam buku novel Fantasyium ini mengambil style barat seperti Marvel. Sedangkan untuk covernya dilakukan pendekatan karakter yang sedang ngentrend saat ini.

“Untuk bahannya kita menggunakan Book Paper agar pembacaya dapat nyaman membacanya, meskipun lama – lama membaca buku ini”, cetus Hamzah Ali penerbit Pustaka Kaji. 

“Edisi perdana 200 examplar, hargai satu buku untuk umum 75 ribu sedangkan untuk pelajar dan mahasiswa 65 ribu rupiah”, imbuhnya.

Buku ini bercerita tentang tokoh utama ini yang bernama Aditya ini yang terpilih menjadi penolong atau pahlawan untuk membebaskan negeri Fantasiyum yang terjajah First Titan. Tugas utamanya mengembalikan harapan, perdamaian kepada warga fantasiyum dan mengobarkan semangat mereka melawan penjajah.

“Harapan saya bisa memotivasi para remaja Milenial bisa mengekspresikan diri kedalam litrasi apalagi genre fantasi masih kurang”, pungkas Ghani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *