Garap Film ‘Terima Kasih Emak’, Dedi Setiadi Ajak Para Pemain Asli Kaluarga Cemara

by -

Keluarga Cemara salah satu sinetron yang empat jadi ungulan tahun 1996 – 2004 ini akan kembali di buat versi layar lebarnya based on story Hotnida Harahap : Terima Kasih Emak. Film yang diproduksi Alimi Pictures ini akan disutradari oleh Dedi Setiadi.

Film ini pun akan dibintangi oleh para pemain aslinya seperti Novia Kolopaking (Emak), Adi Kurdi (Abah), Ceria Hade (Eui), Anisa Fujianti (Cemara), dan Puji Lestari (Agil). Namun karena hak namanya sudah dibeli pihak lain maka judulnya pun ‘Terima Kasih Emak…Terima Kasih Abah…’ sesuai bunyi lirik lagu dalam soundtrack sinetron Keluarga Cemara seperti yang diakui Dedi Setiadi kepada awak media saat buka bersama.

“Sebetulnya sudah lama saya ingin membuat film Keluarga Cemara. Saya sudah bertemu Mas Arswendo Atmowiloto, dia meminta sebuah angka, kemudian saya carikan produser yang bersedia. Ternyata banyak produser yang merasa terlalu berat, sampai akhirnya cerita Keluarga Cemara sudah dibeli oleh sebuah perusahaan dan dibuat film,” tutur sutradara Dedi Setiadi kepada wartawan di rumah makan Cikini Lima Jakarta, Sabtu (1/6/2019).

Meskipun Keluarga Cemara pernah dirilis beberapa waktu lalu, Adi Kurdi selaku peran asli abah merasa kurang sreg terhadap tokoh karakter abahnya di film tersebut.

“Terus terang cerita film Keluarga Cemara yang sudah dibuat kok saya kurang sreg. Bagaimana tokoh Abah di film itu kok jadi pemarah. Ketika melihat rumahnya rusak bukan dibetulin, malah ingin kembali ke kota dan jadi pengojek. Makanya ketika Dedi Setiadi datang mengajak kita bikin film lagi bersama seluruh pemain Keluarga Cemara, saya antusias. Apalagi yang jadi ibunya Novia Kolopaking! Dia kan isteri yang paling klop bagi saya di sinetron itu,” tegas Adi Kurdi di kesempatan yang sama.

Film ‘Terima Kasih Emak…’ bercerita tentang Abah yang sudah tidak bisa melihat karena glukoma sesuai kondisi kesehatan Adi Kurdi saat ini, Emak yang berjualan gorengan dan opak, kadang menjadi pembantu di rumah orang kaya.

Euis yang sudah menjanda dengan dua anak, bekerja sebagai buruh pabrik. Cemara hidup berkecukupan dengan suaminya, tapi sudah 7 tahun tak memiliki anak, dan Agil yang masih belum menikah dan beberapa kali gonta-ganti pacar.

Setting utama dalam film ini suasana pedesaan dengan alam pegunungan dan sawah-sawah guna menjaga keoringinalitasan di daerah Sukabumi, Jawa Barat.

“Kalau Om Dedi yang ngajak, saya tidak bisa menolak. Saya juga ingin berkumpul dengan Abah dan anak-anak saya, Euis, Ara dan Agil, ” pungkas Novia Kolopaking yang kembali didaulat memerankan tokoh Emak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *