PAMMI Gelar Syiar dalam Syair 2019 Sekaligus Pembagian Royalti Pada Pencipta Lagu

by -

TabloidSeleberita.com, Memasuki hari ke 15 bulan Ramadan, PAMMI kembali menggelar Syiar dalam Syair 2019 bertajuk “Dengan Ramadan Kita Tingkatkan Iman Taqwa dan Akhlakul Karimah” seraya mempererat tali silaturahim sesama anggota Persatuan Artis Musik Melayu Dangdut Indonesia (PAMMI) yang berlangsung di Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Senin (20/5).”Dengan silaturahmi Syi’ar dalam Syair kami harapkan ada persatuan pada sesama anggota PAMMI terus terjaga,” kata HM Khalid Karim ketua panitia Syiar dalam Syair 2019 dalam sambutannya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Oswar Muadzin Mungkasa selaku Plt Deputi Gubernur DKI Jakarta Bidang Budaya dan Pariwisata yang berharap pada musisi dangdut untuk terus berkarya.

“Kami berharap para musisi dangdut di seluruh Indonesia terus berkarya, dengan karya yang bisa dibanggakan seluruh anak bangsa.” Ujar Dr. Ir. Oswar Muadzin Mungkasa Plt Deputi Gubernur DKI Jakarta bidang Budaya dan Pariwisata mewakili Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Sementara itu Ikke Nurjanah selaku ketua harian PAMMI mengatakan upaya pengurus PAMMI dari tahun ke tahun menyelenggarakan Syiar Syair guna menjaga silaturahmi sesama anggota yang memiliki kesibukan luar biasa.

“Kami menyadari Anggota PAMMI memiliki kesibukan yang luar biasa, misalnya Ine Chintya, Iyet Bustami, Kristina, Eri Susan dan Cici Paramida, bisa ketemunya ya saat buka bersama Syi’ar Syair seperti yang kami selenggarakan sekarang ini. Bukan cuma itu kita juga bisa temu kangen dengan senior,-senior kita, sekaligus ada pembagian royalti pada pencipta lagu,” kata Ikke Nurjanah yang diamini oleh kelima rekannya tersebut.

Ikke juga menambahkan sebagai organisasi insan dangdut untuk bisa terus eksis, ia pun menghimbau rekan-rekannya sesama seniman dangdut harus update dengan perkembangan teknologi yang demikian pesat.

“Kemajuan teknologi media sosial yang begitu pesat justru membuat peluang kita berpromosi jadi semakin besar. Tinggal kitanya mau nggak mengikuti perkembangan teknologi biar bisa eksis. Dalam berpromosi misalnya seksrang ini kita tidak lagi harus bergantung dengan media mainstream. Karena kita sudah bisa berkreasi sendiri melalui media sosial,” tegas Ikke Nurjanah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *