Inilah Pandangan Para Pengacara Terhadap Film The Lawyer: Pokrol Bambu.

by -

Film The Lawyer: Pokrol Bambu sebuah film yang mencaritakan kehidupan para Pengacara produksi Erwin Kallo Films yang awalnya diperkirakan akan mengundang kontroversi ini rupanya mendapat tanggapan positif dari beberapa pengacara. Hal ini terungkap saat Film ini menggelar gala premiernya Kamis, (16/05/2019) di Epicentrum, Jakarta Selatan.

Sumarni, Otto Hasibuan, Erwin Kallo

“ini film menceritakan kehidupan pengacara yang nyata. Semua pengacara pasti mengalaminya, Pak Erwin mengalami saya juga mengalaminnya. Yang kedua menceritakan kehidupan pengadulan di Indonesia. Film ini sangat bagus sekali untuk mahasiswa hukum, wajib menonton”, ujar Bagiono salah satu pengacara yang hadir di gala premier.

“Saya pernah mengalami dibayar dengan sayuran seperti di film ini. Pak Erwin juga sama, kita pernah mengalami. Musuh yang paling utama bukan orang lain tapi klien kita”, tambah Gion demikian panggilan akrabnya.

Di kesempatan yang sama Erwin Kallo selain produser di film ini juga menambahkan bahwa Klein adalah mush utama di dunia pengacara.

“Dibohongi klien, dikasih janji – janji bahkan tidak dibayar sisanya. Pengacara itu tidak semuanya hidup mewah cuman 5 persen yang hidup mewah 95 persen ya sepeeti di film tadi. Cuman pengacara itu jaim nggak mau dibilang nggak punya duit. Nggak mau dibilang rindu klien”, kata Erwin Kallo.

“Cerdasnya pak Erwin ini secara natural alami, dialog – dialognya juga alami, mudah dicerna”, imbuh Gion.

Selain Bagiono nampak hadir pula Pengacara senior Otto Hasibuan saat itu. Otto Hasibuan pun tak ketinggalan menanggapi film The Lawyer: Pokrol Bambu.

“Ada beberapa hal yang realita seorang Advokat muda selalu memulainya lewat dasar – dasar itu. Saya kagum sekali kepada semua pemainnya khususnya bung Dicky Chandra yang membawa film ini luar biasa. Banyak hal yang tidak terduga di film ini luar biasa Erwin, sukses semoga cepat – cepat bkin film yang baru”, papar Otto Hasibuan.

“Harapan saya tentunya Pengacara – pengacara muda dan senior melihat film ini agar bisa instropeksi jadi otokritik ini sebenarnya. Walaupun bagi saya “Menyakitkan” film ini tapi itu memang realita juga”, tegas Otto Hasibuan.

Pokrol Bambu yang artinya Pengacara Jalanan ini bercerita tentang para Pokrol Bambu (Pengacara Jalanan) yang diperankan oleh Superman (Dicky Chandra), Juncto (Mugi), Cessie ( Tengku Rina), Amar (Poeljangga), Yudikatif (Dika Anggara) dan Hayati (Musdalifah). Setelah berbulan-bulan sepi order dan terbelit hutang sembako di warung Koh, kini lima orang pengacara Pokrol Bambu bisa sedikit bernafas lega, setelah Juncto, Amar, Cessie, Hayati dan Yudikatif masing-masing mendapatkan klien. Namun kasus perceraian Nina Tanjung (Kartika Berliana) & Johan Nabawi (Jerio Jeffry) lah yang menjadi fenomenal.

Sidang perceraian Nina Tanjung dengan Johan Nabawi akhirnya digelar. Johan yang didampingi “Pengacara RM Wicaksono”, (Roy Marten) menyatakan sikapnya menolak gugatan Nina minta diceraikan. Akankah Ketua Hakim (Rina Hassim) mengabulkan gugatan perceraian Nina?

Tapi apa daya uang tak punya. Harapan pada kasus Superman CS gagal total. Koh menagih hutang. Superman menyepakati dan mendelegasi Amar membayar hutang. Tanpa pikir panjang, Amar membayar hutang pada Koh. Koh bukan saja terkejut, tapi juga curiga ketika menerima uang dari Amar, yang tidak lain adalah uangnya sendiri yang dulu diberikan pada Juncto sebagai honor pengacara. Koh paham kalau dirinya dikadali Superman.

Meskipun film The Lawyer: Pokrol Bambu ini baru mulai ditayangkan dibioskop rupanya Erwin sudah mempunyai project – project lainnya yang masih berhubungan dengan dunia hukum.

“Nanti dengan Pafindo kita akan bekerjasama membuat serial televisinya. Kita sosialisasi budaya hukum”, pungkas Erwin Kallo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *