ICA Menggandeng PemProv JaBar Berikan Edukasi Pentingnya Listrik Andal Rumah Aman

by -

tabloidseleberita.com, Bertemakan ‘Pentingnya Keselamatan Kelistrikan & Upaya Menurunkan Potensi Kebakaran’, masyarakat diharapkan paham pentingnya rambu-rambu utama dalam menanggulangi bahaya listrik yang diakibatkan oleh pelayanan, penyediaan daya listrik. Berikutnya, masyarakat juga diharapkan harus selalu menggunakan produk yang sudah tersertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) yang juga merupakan acuan pengukuran produk atau jasa, demi perlindungan serta keselamatan konsumen.

Penyebab kebakaran pada umumnya antara lain; oleh perawatan tidak sesuai standar, terdapat bagian listrik yang terbuka, isolasi kabel yang buruk, terjadi overload pada sistem instalasi listrik, kerusakan pada sistem instalasi listrik, penggunaan peralatan instalasi listrik yang standar, kondisi listrik yang buruk, dan penggunaan peralatan rumah tangga yang tidak terkontrol.

“Kurangnya pemahaman pengguna atau konsumen terhadap pentingnya keselamatan dalam kegitan sehari-hari, termasuk keselamatan yang menyangkut penggunaan atau pemanfaatan enerji listrik. Mereka kadang tidak perduli terhadap produk maupun pemasangan instalasi listrik, sudah memenuhi standarisasi atau memiliki sertifikasi,” sebut Glenn Mandey dari International Copper Association (ICA), di Mitra Terrace, Jakarta, belum lama ini.

Guna mensosialisasikan pentingnya keselamatan kelistrikan, International Copper Association (ICA) bekerjasama Pemerintah Provinsi Jawa Barat, siap mengaudit setiap rumah penduduk aman, kurang aman, dan tidak aman, melalui survei peralatan listriknya mulai 2019-2024. Kerja sama Jabar-ICA yang tertuang dalam Letter of Intent (LOI) ditandatangani oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil dengan Direktur ICA Wilayah Asia Timur dan Tenggara, Collin May di Aula Timur Kampus ITB, Kota Bandung, belum lama ini.

Selain listrik, tabung gas pun sering memicu kebakaran. Orang sering bilang tabung gas meledak. Padahal, sejauh ini tidak ada tabung gas yang meledak karena memang tidak bisa meledak.

“Yang sebenarnya terjadi adalah gas yang bocor. Bisa saja dari regulator yang tidak standar atau  mutu selang yang buruk. Kebocoran kemudian berakumulasi dengan ventilasi tidak bagus, sehingga timbul pemantik langsung menyambar dan membesar, ” kata Subejo, selaku PLT Kadis Pemadam Kebakaran DKI Jakarta.

Menyikapi kedua penyebab kebakaran ini telah memunculkan wacana Gerakan Pemeriksaan Kompor Gas dan Instalasi Listrik (Gerikgastrik). Sebuah gerakan mengedukasi masyarakat agar senantiasa melakukan pemeriksaan terhadap kelayakan instalasi listriknya. Bagi masyarakat ekonomi menengah ke atas, mungkin tidak terlalu masalah.

“Sebaliknya, bagi masyarakat kecil  perlu dipertimbangkan agar bisa membantu mereka. Jangan sampai masyarakat kita biarkan dalam ketidaknyamanan,” ujar Subejo.

Dalam hal ini ICA juga bekerjasama dengan DAMKAR DKI Jakarta, Badan Standarisasi Nasional (BSN), Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan (DKJ), Kementerian Perindustrian (ILMATE), dan pihak terkait lainnya, mensosialisasikan keselamatan ketenagalistrikan dari mulai pemasangan dengan tenaga yang memilik sertifikat (SLO), instalasi listrik yang benar.

Seperti diketahui Jawa Barat ditunjuk oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai area percontohan tentang keselamatan kelistrikan. Kerja sama ini menjadi bagian dari cetak biru ketahanan kebencanaan atau West Java Resilience Blue Print yang tengah dipersiapkan oleh Pemda Jawa Barat, karena 70 persen bencana kebakaran disebabkan oleh peralatan listrik di rumah tinggal yang tidak berkualitas dan untuk meningkatkan keselamatan warga Jabar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *