Berontaknya Gambar Diri Heidi Lewat “As Long As”

by -

tabloidseleberita.com, Usai meluapkan perasaannya melalui debut singlenya ‘Soon Finland’, sebuah single yang mengisahkan suasana hatinya. Kini, Heidi atau yang dikenal dengan nama panggung “The Girl with The Hair (TGWTH)” kembali hadir dengan single terbarunya berjudul ‘As Long As’. Penyanyi yang pernah mendapat penghargaan Ami Awards ini kembali menulis sebuah single cantik dengan tetap mengambil dari pengalamannya pribadi.

“As Long As” adalah lagu yang diciptakan oleh Heidi sendiri dibantu dengan proses composing dan recording oleh beberapa musisi dari Passion Vibes (Abe Belanegara & Abraham Edo) dan juga musisi Tommy Utomo.

Lagu ini diciptakan Heidi lantaran selama hidupnya ia merasa dituntut untuk melakukan ekspektasi yang tidak jelas dari sekitarnya. Apalagi sebagai seorang perempuan terkadang dituntut untuk berbuat ini dan itu, begitupun dalam kehidupannya sebagai musisi. Di single “As Long As”, Heidi mengungkapkan suasana hatinya dengan ilustrasi sebagai “As Long As I will Be Me”’. “As Long As” juga menceritakan tentang perjalanan hidup Heidi dalam industry musik, sebagai musisi dan kehidupannya sebagai seorang perempuan.

“As long As I wil Be Me, dalam artian jangan suruh-suruh saya dan jangan ubah-ubah saya, karena saya mau menjadi diri sendiri,” ucapnya.

Pemilihan lirik yang menggunakan bahasa Inggris merupakan sebuah bentuk kenyamanan Heidi ketika menulis lagu. Menurutnya sebuah lagu yang ditulis dengan bahasa Inggris, akan lebih bisa mengungkapkan perasaan dengan lebih jujur dan lebih berhati-hati dalam memilih diksi.

Penyanyi yang diketahui enggan mengotakkan genre yang dipilihnya sebagai single terbarunya kali ini memang lumayan eksperimental. Dengan alunan pure folk, sedikit lebih ramai dari lagu sebelumnya, sementara “As Long As” terdengar sedikit lebih country. Bisa dibilang single keduanya kali ini lebih bernuansa Americana.

Lagu ini juga diperuntukkan bagi orang-orang yang tidak dapat berbaur dengan lingkungannya. Lewat “As Long As”, Heidi seolah ingin merpresentasikan sebuah lagu yang jujur dari hatinya dan didedikasikan bagi orang-orang yang tertekan, minoritas, para perempuan yang bernasib sama dengan dirinya.

“Saya dedikasikan lagu ini kepada orang orang yang tertekan, minoritas, perempuan, misfits, musician, dykes, simply atau siapapun yang mempunyai rasa yang sama dengan lagu ini, no matter the age, background, race. This song is to represent all,” beber Heidi. 

Single terbarunya kali ini dikemas mewah dengan menambahkan ragam elemen, namun isi dan inti lagu ini walau terkesan sedikit rapuh namun tetap berani.

Dalam singlenya Heidi ingin mengungkapkan dalam bersosialisasi seseorang tidak perlu berubah dan harus tetap menjadi diri sendiri terutama dalam kapasitasnya sebagai musisi.

“Sebagai individu yang kreatif dan berbeda, saya selalu dibandingkan atau dipaskan dengan standar yang ada di masyarakat, yang sebetulnya hal tersebut dibentuk dari sekelompok individu dalam lingkungan kita (social construct) yang menuntutnya untuk berubah,” kata Heidi.

Single yang cheerful ini sudah bisa dinikmati oleh seluruh pecinta musik Indonesia di all digital platform, seperti : iTunes, Apple Music, Spotify, Joox, Deezer, melon, Langit Musik dan Smart Music.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *