Hedi Yunus ‘Menolak Tua’ Lewat Album Greatest Hits

by -

tabloidseleberita.com, Hedi Yunus, usianya memang tidak lagi muda selaras dengan rentang perjalanan karirnya yang sudah lebih dari tiga dekade. Tetapi semangatnya dalam berkarya patut diacungi jempol, malah ditengah gempuran lagu yang serba kebarat-baratan dan digandrungi banyak generasi yang akrab disebut dengan generasi Milenial Hedi terus melaju fokus karir bermusiknya.

Menandai 33 tahun berkarya di dunia tarik suara, Hedi Yunus (50) kembali merilis album Hedi Yunus Greatest Hits. Di album ini, terdapat sembilan lagu lama dan tiga karya terbaru dari Hedi.

“Hari ini alhamdulillah baru launching album baru solo saya Greatest Hits Hedi Yunus yang sebetulnya sudah rilis dari tanggal 1 Desember 2018 lalu,” sebut Hedi saat jumpa pers peluncuran album Hedi Yunus Greatest Hits di Atrium Plaza Semanggi, Jakarta Selatan, Senin (8/4/2019).

Seolah tak mau ketinggalan dan menolak tua, Dalam album terbarunya berjudul Hedi Yunus Greatest Hits, Hedi Yunus bersama Seno M Hardjo selaku Executive produsernya memang terlihat merombak semua atribut (elemen) musiknya yang sudah terdengar ‘jadul’ mendejadi lebih kekinian. Misalnya mengaransemen lagu-lagu lamanya dengan memasukkan unsur electronic dance music (EDM).

Bagi Hedi, hal ini dilakukan agar lagu-lagunya bisa kembali diterima dengan musik yang segar. “Supaya lebih kekinian itu kan aransemen yang agak orkestra ada, program EDM-nya juga ada, jadi yang kekinian-kekinian membuat jadi lebih fresh,” sebut Hedi.

Hedi juga mengisahkan bahwa membawakan kembali lagunya dengan aransemen musik EDM bukanlah hal yang mudah.

“Nah pada saat saya lagu dapat aransemen lagu ‘Jika’ ini kan EDM, sesuatu yang baru buat saya gitu. Pas dengar musiknya, musik dasar, bingung ini nyanyinya kayak gimana ya,” kisahnya. Apalagi, musik EDM merupakan sesuatu yang baru baginya.

“Karena ya jujur aja satu hal yang sangat baru yang harus saya lakukan di pernyanyian saya gitu. Jadi saya enggak ngerti ini musik kayak gimana nyanyinya, harus seperti apa, gimana sih yang enak,” lanjutnya.

Dengan olahan musik masa kini, dan dimatangkan oleh sejumlah arranger hits Indonesia, Seperti Yovie Widianto, Andi Rianto, Tohpati, Ifa Fachir, Yudhistira Arianto, dan Andezzz, diharapkan album “Hedi Yunus The Greatest Hits” ini, menjadi oase baru bagi pencinta Hedi Yunus.

“Dengan kemampuan vokal yang masih terjaga, dan makin mendekatkan nuansa musikal dengan penikmat musik saat ini, album ini dengan serius kami persembahkan kepada penikmat musik Indonesia,” ujar Seno M. Hardjo selaku produser dari label Target Pop saat rilis album Hedi Yunus The Greatest Hits di Plaza Semanggi, Jakarta, Senin (8/4) .

Seno juga menambahkan, dengan menyajikan genre musik electronic dance music (EDM), medium beat, ballads hingga live orkestra, menjadikan album ini collectible, atau layak koleksi.

“Kami menghadirkan sesi orkestra chamber, atau orkestra kamar, dalam beberapa komposisi, demi mendapatkan nuansa kemegahan pada beberapa lagu di album ini, ” imbuh dia.

Kemasan album Hedi Yunus The Greatest Hits kian terasa semangat mudanya ketika Hedi dipertemukan dengan beberapa penyanyi muda yang turut berkolaborasi dalam albumnya seperti Sara Fajira, penyanyi muda yang berduet dengannya di lagu “Jika”.

“Jadi ketemu Sara juga yang usianya setengah lebih muda dari usia saya. Tapi dengan pendekatan, saya harus bisa dan alhamdulillah berhasil,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *