Selebrasi 30 Tahun SHAFIRA Diantara Fashion Arsitektur Masjid di Lima Benua Hingga Pemberian Beasiswa

by -

tabloidseleberita.com, Tahun 2019 ini brand fashion muslim, SHAFIRA genap berusia yang ke 30 tahun. Sebagai penanda 30 tahun perjalanannya dalam industri busana muslim di tanah air, SHAFIRA pun terbang melintasi lima benua dan Aceh, untuk mengadopsi keindahan arsitektur Masjid yang ada disana. Perjalanan panjang SHAFIRA itu menghasilkan koleksi bertajuk ‘World Wanderer’, sebagai penggambaran eksistensi SHAFIRA melanglangbuana di industri fashion muslim.

Tema tersebut membuahkan inspirasi dari arsitektur masjid-masjid indah di 5 benua dan Asia, diantaranya adalah  Eropa, Afrika, Amerika, Australia, (Masjid Baiturahman, Aceh), Australia (Adelaide Mosque), Amerika(Washington DC), hingga Afrika (Hassan Mosque). Arsitektur masjid-masjid indah tersebut dituangkan dalam karya fashion.

Karya fashion tersebut tentunya dipersembahkan untuk seluruh perempuan penikmat busana muslim yang ingin tampil beda dengan nuansa berkelas. Adapun inspirasi budaya dari masjid tersebut dibangun seperti, Jerman dengan Modern Arsitektur, Maroko dengan Motif Mozaik, Washington DC dengan pusat pemerintahan yang adidaya(trend dunia), dan Australia dengan Suku Aborigin dan Aceh yang dikenal dengan suku Gayonya.

“Agar bisa berkompetisi dengan produsen mancanegara, SHAFIRA harus inovasi dan menampilkan banyak varian yang modern, elegan dan bercitra rasa tinggi,” kata Feny Mustafa, Founder sekaligus CEO Shafira Corporation.

Bersaing di industri fashion tanah air selama 30 tahun tentu bukan hal yang mudah. Hal itulah yang dirasakan Feny Mustafa. Itu sebabnya ia terus melakukan invovasi demi mempertahankan eksistensi SHAFIRA sendiri.

“Meski usia saya tua, tapi SHAFIRA tak pernah tua, karena kita bergerak dibidang fashion yang dituntut untuk terus berinovasi, harus selalu ada sesuatu yang kekinian,” sebut Feny Mustafa saat ditemui di konfrensi pers SHAFIRA ‘World Wanderer’, di CGV, Pacific Place, Jakarta Selatan, belum lama ini.

Feny juga menambahkan sebuah brand yang sangat besar tentu tak luput dari para profesional yang eksperd dibidangnya. Seperti desainer, markom, akuntan dan pekerja yang terlibat di dalamnya. Terkait persaingan di industri fashion yang begitu ketat. Bagi Feny brand fashion sejenis lainnya bukanlah sebuah kompetitor. Karena setiap orang punya rezeki yang telah diatur oleh Sang Khalik. Baginya produk yang sesuai dengan keinginan konsumenlah yang akan dipilih nantinya.

SHAFIRA sendiri lebih dari sekedar sebuah entitas bisnis. Brand yang dibangun oleh Feny sejak tahun 1989 ini merupakan mimpi dan gagasan yang dicurahkannya sebagai kontribusi untuk muslimah Indonesia. Juga mempercantik lewat busana yang mewah, indah, anggun dan elegan.

Beragam inspirasi dengan mengeksplorasi keindahan alam Indonesia hingga penjelajahan ke berbagai penjuru belahan dunia, membuat SHAFIRA selalu menyuguhkan berbagai karya terbaiknya yang dipersembahkan bagi industri fashion muslim dunia.

“Insya Allah tahun ini SHAFIRA, yang merupakan pionir brand busana Muslim di tanah air, dalam menyambut perayaan hari jadinya, kali ini dengan mengusung tajuk World Wanderer, sebagai penjelajah dunia dengan menebar inspirasi melalui aneka karya busana muslimnya yang khas”, kata Feny.

Sementara itu Setiawan selaku senior Desainer SHAFIRA, menerangkan, koleksi tahun 2019 diperuntukan bagi mereka yang ingin melakukan traveling ke berbagai negara, tapi tetap pantas jika hendak mampir ke masjid-masjid terdekat lokasi wisata untuk melakukan ibadah.    

“Banyak project istimewa pada 30 tahun SHAFIRA, salah satunya buku yang sedang kita buat dan akan tampil pada Indonesia Fashion Week. Koleksi yang kita tampilkan World Wanderer. Inspirasinya masjid di lima benua dari Jerman, Maroko dan berakhir di Aceh,” ujar Setiawan,

Setiawan menambahkan, koleksi 2019 ini dimunculkan dengan dominasi warna gelap karena inspirasinya berasal dari masjid. Desain ini diperuntukan bagi kebutuhan traveling kaum muslim, sehingga bisa sewaktu-waktu mampir beribadah di masjid daerah terdekat.

“Koleksi yang kita buat kali ini gelap, karena inspirasinya warna masjid. Ini tantangan buat kita karena biasanya busana Shafira glamour. Kita buat busana yang bisa untuk traveling dan pantas untuk mengunjungi masjid di daerah itu,” ucapnya.  

Feny menambahkan, menurut rencana pada penyelenggaraan Indonesia Fashion Week ke 6 pada tahun ini, SHAFIRA akan menampilkan berbagai busana bertajuk World Wanderer, yang terinspirasi dari keindahan arsitektur lima masjid dari lima benua, yaitu Eropa, Afrika, Amerika, Australia dan Asia yang dituangkan ke dalam 74 koleksi fashion item yang berkarakter indah dan menawan siapapun yang melihatnya.

Salah satunya yaitu, Cologne Mosque di Jerman, unsur arsitektut futuristik sangat terasa dalam paduan busana dengan cutting yang tegas, desain arsitektumya yang modern disajikan melalui detail tekstur serta palet wama yang berbeda yakni dengan menyuguhkan warna-wama pastel dengan sentuhan warna abu-abu, biru, dan pink.     

Sementara pada koleksi busana yang diadaptasi dari arsitektur masjid Hassan ll di Maroko, Afrika, nuansa etnik langsung menjadi kesan pertama dengan paduan warna yang cukup berani berpadu dalam kain berdesain motif khas yang playful dilengkapi kristal Swarovski yang menambah apik penampilan koleksi ini.   

Sementara dari benua Amerika, arsitektur Masjid Islamic Center of Washington yang menjadi inspirasi Shafira memberikan kesan yang lebih formal dan classy, sangat tepat menggambarkan muslimah yang dinamis dengan executive look yang tegas sekaligus anggun dalam satu tampilan.      

Dalam koleksi busana Australia, masjid Adelaide Central Mosque dipilih untuk merepresentasikan rangkaian busananya. Unsur safari look dengan motif aboriginal art dipadukan dalam palet earth tone.   

Terakhir, masjid Baiturrahman Aceh dipilih menjadi masjid pemakilan dari benua Asia, di sini busana yang dibuat menggabungkan sporty style dengan sisi etnik motif gayo khas Aceh sehingga menghasilkan koleksi dengan gaya kontemporer. 

Karena itu pada penyelenggaraan fashion show tunggal dalam event Indonesia Fashion Week 2019 ini menjadi salah satu rangkaian selebrasi atas keberadaan Shafira selama tiga puluh tahun. program lainya yaitu loyalty reward yang diberikan bagi para pelanggan dan member setia Shafira untuk menikmati perjalanan religi Jerman Maroko.   

“Adanya beragam program ini, menjadi bukti bahwa tajuk World Wanderer tak hanya mewakili Shafira sebagai sebuah brand, melainkan bagi seluruh komponen terpenting dalam perjalanan Shafira, yaitu para customer serta media,” ujar Feny Mustafa.

Selain mempertontonkan keindahan mahakarya busana World Wanderer. Masih dalam rangka Menandai 30 tahun perjalanan di industri fashion tanah air, SHAFIRA juga mengapresiasi desainer-desainer berbakat. Caranya ialah SHAFIRA menggelar Shafco (Shafira Corporation) Modest Project yang merupakan kompetisi fashion desain untuk para desainer millenial Indonesia yang telah digelar pada 23 Januari kemarin.

SHAFIRA juga merencanakan menyekolahkan atau memberikan beasiswa pada Rahmat Hidayat, penyandang disabilitas. Rahmat diketahui memiliki bakat dalam bidang desain. Rahmat juga mendapatkan bantuan sebesar Rp50 juta untuk sekolah desain untuk lebih mendalami kemampuannya dibidang desain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *