Tempaan Hidup Membuat dr Ayu Widyaningrum Jadi Role Model Buat Anak-anaknya

by -

TabloidSeleberita.com, Untuk kesekian kalinya di tahun 2019 dr Ayu Widyaningrum MM memborong penghargaan. Penghargaan itu kembali diberikan oleh Majalah Penghargaan Indonesia (MPI), di Hotel Aston, Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (15/2/2019) malam.

Peraih gelar Master of AAAM, dan Master of IBAMS, menganggap bahwa penghargaan itu sangat memotivasinya untuk menjadi sosok yang terus lebih baik dengan membawa inspirasi untuk generasi muda.

“Bahwa dengan kerja keras, keuletan, kejujuran dalam bekerja, dan berani berinovasi bisa membuahkan hasil yang memang layak kita impi-impikan,” kata perempuan kelahiran Kotabaru, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, 12 Agustus 1990.

Perempuan bertubuh mungil itu mengaku, pencapaiannya dari mulai studi kedokteran hingga akhirnya bisa membuka klinik kecantikan mewah di kampung halamannya tentu tak semudah membalikkan telapak tangan. Ada proses, kerja keras demikian juga pastilah ada hasil yang luar biasa.

“Butuh usaha, dukungan, kerja keras dan doa. Semua ini tidak kebetulan, saya harus kerja keras sendiri dari nol dan justru itu malah membuat saya menjadi sosok perempuan kuat,” sebut alumni Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat (Unlam), Banjarmasin.

Sebagai anak yang terlahir dari keluarga yang terbiasa dengan tempaan hidup, membuat dr Ayu Widyaningrum mengaku akan terus berusaha menunaikan amanah orangtuanya yang berpesan untuk terus menjadi manusia bermanfaat bagi masyarakat sekitar.  Karena dengan pesan tersebut, dirinya termotivasi untuk terus mengejar yang terbaik, sehingga kembali mendapat penghargaan ‘Young Entrepreneur Award 2019’ dan ‘Top Woman Award Winner 2019’ dan The Best Service Exellent Clinic di Bali.

Pemilik ‘Widya Esthetic Clinic’ ini menyebutkan, kendati kedua orang tuanya berpendidikan rendah, namun motivasi yang ditanamkan kepada anak-anaknya untuk terus maju dan berkembang dirasakannya hingga saat ini

“Bapak saya tidak lulus SD dan ibu saya tidak lulus SMP. Tapi, itu tidak membuat saya malu. Justru itu membuat saya bangga. Saya bisa sampai di sini karena kedua orangtua saya mendidik saya secara disiplin dan bekerja keras untuk semua ini,” kisah alumni Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat (Unlam), Banjarmasin, usai menerima dua penghargaan tersebut.

Penghargaan semacam ini, bukan kali pertama diterima ibu tiga anak tersebut. Tahun lalu, perempuan yang merampungkan studi Anti-Aging Medicine di Universitas Udayana, Bali, ini juga menerima sejumlah penghargaan berkat kesuksesannya mengembangkan klinik kecantikan di kotanya.

Harapannya, pencapaian kariernya ini suatu saat bisa menjadi contoh buat anak-anaknya. Selama ini, dia mengajarkan pada ketiga anaknya bahwa mereka harus bisa lebih dari orangtuanya.

“Saya selalu nasehati ke mereka (anak-anak) kamu harus bisa maju dan punya talenta yang memang sesuai dengan kemampuan kamu, hobi kamu, sehingga kamu bisa mencapai citai-cita kamu. Setidaknya orangtua harus bisa jadi role model buat anak-anaknya dirumah baru kemudian dia bisa jadi contoh buat orang sekitar diluar rumah,” tutur Ayu.

Kendati demikian, Ayu menampik apa yang disampaikan pada anak-anaknya, bukan karena dirinya seorang yang ambisius. Malah dia selalu berprinsip dalam hidup itu harus seimbang.

“Kita itu hidup jangan selalu melihat ke atas. Kalau kita melihat ke atas terus, membuat kita ambisius terus, dan menjadikan kita itu kurang dan kurang terus. Perlu diingat hidup itu harus seimbang,” ungkapnya.

Ayu menambahkan, boleh saja kita melihat ke atas, ‎tujuannya tak lain agar selalu mempunyai motivasi untuk menghasilkan sesuatu yang lebih lagi. Tapi, kita juga harus sering melihat ke bawah, untuk selalu bersyukur atas apa yang dimilikinya.

“Kalaupun kita melihat ke belakang tujuannya agar ‎supaya kita tidak mengulangi masa lalu, dan melihat kedepan supaya kita melangkah maju dan hidup ini,” tegas Ayu Widyaningrum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *