Pencipta Lagu Goyang Nasi Padang Dicokok Polisi Usai Pake Sahbu

by -

Tabloidseleberita, – Dunia hiburan kembali tercoreng dari segelintir artis yang terlibat narkoba. Dari sejumlah artis yang pernah berurusan dengan Kepolisian, kini kembali menambah daftar kalangan artis yang terjerat Narkoba, kemarin, salah satu musisi dan pencipta lagu tak berkutik saat Serse Narkoba Subdit I Polda Metro Jaya membekuk usai menggunakan narkoba jenis Sahbu.

Yanto Sari Pria (44) musisi dan pencipta lagu Goyang Nasi Padang yang dinyanyikan Duo Anggrek digelandang Kepolda Metro Jaya guna mempertanggungjawabkan perbuatannya melawan hukum

Yanto Sari yang selalu hits menciptakan beberapa lagu antara lain ‘Tak rela diginiin’ (Via Valen), SMS (Trio Macan), Jawaban lagu SMS (Yopi Latul), Hoaxs (Nella Kharisma), Madu (Amris Arifin) dan Goyang Pistol (Yona).

Penangkapan ini dibenarkan Kasubdit I Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, AKBP Jean Calvin Simanjuntak, Rabu (6/2/2019).

“Benar telah ditangkap dan ditetapkan tersangka bernama Yanto Sari yang juga musisi dan pencipta lagu,” ujar AKBP Jean kepada wartawan..

Jean menjelaskan, selain Yanto Sari juga ada tiga tersangka lainnya yang diciduk polisi yakni Romy Patti Selano Alias Ade profesi aransemen musik, Yudi Sudarso (52) profesi swasta dan Mike Adriyani Alias Indri (32).

Dilanjutkan oleh Jean, para tersangka ditangkap pada Senin (4/2/2019) pukul 15.30 wib di Tempat Kejadian Perkara (TKP) depan ruko milik Yanto Sari, Puri Sentra Niaga, Cipinang Melayu, Makssar Jakarta Timur.

“Ditemukan barang bukti 1 buah Cangklong bekas pakai shabu dalam bungkus rokok. 1 plastik sedotan, 1 bh korek api gas dan 2 HP + simcard,” ujar Jean.

Setelah dilakukan pengembangan, kata Jean, petugas mendatangi TKP kedua pada Selasa (5/2/2019) di Johar baru untuk menangkap Uda yang kini masih dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

“Di TKP kedua, ditemukan 1 buah cangklong dan bong terbuat dari Botol Sprite, 2 buah korek Api gas dan 3 HP + simcardnya,” jelasnya.

Kasus ini terungkap menurut AKBP Jean, awalnya tim mendapat info masyarakat sering dilakukan transaksi dan penyalahgunaan narkotika di TKP 1 sehingga dilakukan penyelidikan 3 hari sebelum penangkapan.

“Tersangka sering membeli barang haram tersebut di DPO Uda di TKP 2,” rincinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *