Selebrasi 40 Tahun Siti Nurhaliza di Konser Dato Sri Siti Nurhaliza On Tour

by -

Semenjak mengandung dan melahirkan putri pertamanya Aafiyah, Siti memang diketahui menghentikan segala urusan ‘panggung’nya. Kini setelah usia Aafiyah 10 bulan lebih, Siti pun kembali mendapatkan “lampu hijau” dari sang suami, Khalid Mohamad. Tentunya kesempatan tersebut tak disia-siakan begitu saja. Shiraz Projects pun memayungi Konser bertajuk Dato Sri Siti Nurhaliza.

Konser tersebut sekaligus selebrasi atas usia Siti yang genap 40 tahun. Queen of Pop asal Malaysia itu dijadwalkan akan menggelar konsernya di Istora Senayan, Jakarta pada 21 Februari 2019. Konser ini juga akan menjadi bagian dari film dokumenter They Call Me Siti. Queen of Pop Malaysia itu telah berkarier di industri musik selama lebih dari 20 tahun. Konser ini juga merupakan perjalanan musik yang akan membawa memori perjalanan sejak awal karier Siti Nurhaliza.

“Ya comeback saya ke musik Indonesia setelah rehat melahirkan. saya cuti untuk mengurus keluarga dan anak saya Siti Aafiyah Binti Khalid. Masuk 24 tahun di industri musik, perayaan ulangtahun ke 40 tahun. Saya sebetulnya lagi nervous dan berdebar-debar, lebih lagi ini satu persembahan besar. Ini hadiah istimewa buat peminat saya yang menantikan persembahan saya di Indonesia dan mengobati kerinduan juga. Ini akan menjadi konser tur terbesar saya disepanjang karir bermusik,” kata Siti saat jumpa pers di Jakarta Room, Raffles Hotel, Jakarta, Rabu, 30 Januari 2019.

Dalam konsernya nanti Perempuan kelahiran Pahang, Malaysia, 11 Januari 1979 itu akan tampil selama dua jam dengan membawakan lebih dari 20 lagu, mulai tembang tradisional, balada, hingga pop. Penampilannya terbagi dalam empat segmen yang memamerkan best of best, yakni segmen etnis, segmen balada, segmen toppers chart dan segmen unplugged.

Penampilan spesial pun akan dihadirkan oleh Siti dalam segmen tradisional dimana pelantun “Purnama Merindu” itu akan menari.

“Yang akan meriah itu segmen tradisonal. Karena saya akan menari. Menari tarian Melayu tradisional. Kalau di Indonesia populer tarian Zapin, Indang, dan Samra,” sebut  Siti.

Bagi Siti bahwa menari sambil menari tidaklah mudah. Untuk itu ia perlu melakukan persiapan termasuk menyiapkan stamina.

“Mana yang lagu rancak, saya akan menari. Karena menyanyi sambil menari itu bukan perkara yang mudah kan. Perlukan stamina yang tinggi. Tapi kalau tak menari dalam segmen tradisional itu tampak tak sempurna,” sambungnya.

Dalam konsernya nanti, Siti Nurhaliza juga menggaet penyanyi Indonesia, yaitu Tulus. Ya, Siti Nurhaliza memang familiar dalam berkolaborasi dengan penyanyi tanah air. Sebut saja Krisdayanti, Titi Dj, Cakra Khan hingga Judika dan Afgan pernah sukses berkolaborasi dengan Siti Nurhaliza.

Kini Tulus siap meneruskan kolaborasi dua bangsa tersebut di tur konser Dato Sri Siti Nurhaliza nanti. Siti pun membeberkan alasannya kali ini memilih Tulus untuk berkolaborasi.

“Orangnya sangat sederhana. Saya dengar suaranya keren banget, tetapi waktu itu tak terpikir untuk kolaborasi. Tapi karena ini yang mengadakan Shiraz Projects, dan menawarkan saya untuk konser dengan Tulus. Kolaborasi ini bisa jadi sesuatu yang baik. Dengan hati terbuka saya setuju saja. Saya sudah beberapa kali kolaborasi dengan penyanyi pria Indonesia, Afgan sudah, Cakra Khan sudah, Judika sudah, kali ini Tulus,” sebut Siti Nurhaliza.

Konser yang diselenggarakan oleh Shiraz Projects ini akan dilanjutkan penampilannya pada 2 Maret 2019 di Singapore Expo dan 16 Maret 2019 di Arena Axiata Kuala Lumpur. Bahkan jika tak berhalangan, Siti juga akan menggelar konser pada 22 April 2019 di London.

Tiket konser di Indonesia dibanderol dengan harga Rp1.750.000 (diamond), Rp1 juta (platinum), Rp750 ribu (gold) dan Rp500 (silver). Dengan paket senilai Rp4,5 juta, para Sitizoners bisa memperoleh tiket konser, t-shirt, CD Album dan minuman saat meet & greet.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *