dr Ayu Widyaningrum Lebih Mengedepankan Social Life Ketimbang Materi, Walaupun Berlimpah Penghargaan


dr ayu Widyaningrum bersama Klinik kecantikan miliknya Widya Esthetic Clinic, membuka awal tahun 2019 dengan torehan prestasi membanggakan. Di minggu kedua tahun 2019 klinik kecantikan yang berdomisili di Banjarmasin, Kalimantan Selatan itu kembali diganjar Penghargaan sebagai The Best Award of The Year versi Majalah Penghargaan Indonesia, untuk kategori Best Clinic Esthetic 2019. Sebelumnya di penghujung tahun 2018 dr Ayu bersama Widya Esthetic Clinic juga pernah menerima beberapa pengahargaan, seperti Indonesia Woman Achivers Award Winner 2018, The Best Beauty Clinic of The Year dan 2 penghargaan lainnya.

dr Ayu mengatakan bahwa penghargaan ini merupakan penghargaan pembuka motivasinya diawal tahun 2019. Penghargaan ini juga sekaligus pemicu dirinya agar terus berkembang dan menciptakan sesuatu yang baru.

“Penghargaan ini menjadi pembuka motivasi saya agar terus berinovasi, serta meningkatkan kinerja klinik kami di tahun 2019,” kata dr Ayu Widya dalam sambutannya.

Penghargaan itu diberikan di Hotel Aston Priority, TB. Simatupang, Jakarta Selatan,  bersamaan dengan tiga puluh individu dari berbagai kalangan. Penghargaan tersebut merupakan media untuk mengapresiasi individu yang dinilai berprestasi di berbagai bidang kehidupan dengan tujuan untuk  memotivasi setiap pribadi untuk mendorong dan meningkatkan kinerjanya.

“Pastinya ini penghargaan yang luar biasa buat saya untuk meningkatkan kinerja dari Widya Esthetic Clinic di tahun 2019 ini. Semakin banyaknya penghargaan yang saya terima merupakan tanggung jawab yang lebih besar lagi bagi saya, agar bisa mempertahankan apa yang saya dapatkan dan mengembangkan jauh lebih baik apa yang saya sudah kerjakan,” sebut dr Ayu usai menerima penghargaan.

Menurutnya penilain juri terhadap kliniknya ini berdasarkan penilaian dari media sosial, masyarakat, dan juga kinerja klinik itu sendiri termasuk sumber daya manusianya. Dengan penghargaan ini, dr Ayu menegaskan tidak akan mempengaruhi tariff harga dari kliniknya.

“Justru saya harus merangkul masyarakat luas baik dikalangan menengah kebawah ataupun menengah keatas, karena tujuan dari klinik saya bukan financial (materi) tetapi kedepannya saya memang mau fokus pada social life. Saya tidak pernah membeda-bedakan pasien. Latar belakang kehidupan saya yang kurang mampu yang membuat saya lebih mengedepankan social life ketimbang keuntungan materi. Yang jelas yang saya inginkan adalah kualitas yang terbaik untuk masyarakat Indonesia,” urai dr Ayu.

Dokter berparas cantik ini juga menyebutkan kalau klinik yang berdomisili di Banjarmasin, Kalimantan Selatan itu memiliki pelanggan dari berbagai kota di Indonesia.

“Selain dari Banjarmasin, pasien kami juga datang dari Makasar, Semarang, Jakarta, Padang, bahkan dari Papua, Alhamdulillah. Di klinik saya memang yang menangani lansgung tidak ada dokter pengganti. memang capek karena kliennya mengantri hingga ratusan lebih setiap harinya, tapi profesi ini saya sudah mulai dari nol dan ditekuni karena hobi. Saya tidak akan mengeluh karena saya dibutuhkan oleh masyarakat,” sebutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *