Tina Astari Ingin Jadi Produser Film Tentang Garuda.

by -

Banyak orang yang menaruh harapan di tahun 2019 yang baru saja beberapa hari ini berlalu. Tidak hanya kalangan biasa para artis pun mempunyai resolusi di tahun baru ini. Salah satunya adalah Tina Astari. Artis film dan sinetron yang memulai debutnya di tahun 2002 ini memaparkan resolusinya di tahun 2019.

“Gue harus bisa punya usaha yang bisa terlihat, bermanfaat membantu banyak orang, yang kedua gue bisa naik haji karena baru umroh”, ujar Tina Astari saat dijumpai di Lippo Kemang (06/01/2019).

“Yang ketiga gue pingin punya gebrakkan. Resolusi keempat pingin punya anak lagi”, tambah Tina lagi.

Masih dikesempatan yang sama Tina memaparkan satu persatu resolusinya.

“Pingin punya suatu usaha yang bisa memperkerjakan banyak orang tidak untuk keuntungan pribadi. Usaha yang lebih longlasting”, papar Tina.

Tina juga menjelaskan keinginannya ingin naik haji dengan suami.

Terkait dengan ingin punya gebrakkan Tina mengatakan bahwa dirinya ingin punya job yang memerankan seorang psikopat diluar peran – peran dia sebelumnya.

Meskipun sudah mempunyai 2 anak rupanya ditahun 2019 Tina mempunyai keinginan menambah anak lagi.

“Kalau dikasih pingin punya anak lagi. Apa ajalah kan sudah punya sepasang. Suami sih yang kepingin nambah anak lagi”, tegas Tina yang juga didampingi kedua anaknya.

Tina juga mengatakan salah satu jenis usaha yang ingin digelutinya adalah mempunyai sebuah Production House (PH).

“Suamiku pagi – pagi WA bilang bunda kamu nggak kepingin jadi produser ?, pingin bangetlah. Terus disuruh siapin semuanya. Alhamdulillah rezeki nomplok di tahun 2019. Menjemput rezeki ditahun 2019”, kata Tina

“Kita start mungkin bikin film aja dulu satu. Pingin banget bikin film tentang Garuda. Lambang Garuda karena nama anakku kan Garuda”, cetus Tina.

Tina juga menceritakan tentang film Garuda, film impiannya ketika akan menjadi produser nanti.

“Film ini menceritakan tentang siapa sih dibalik pembuat lambang Garuda itu, yang namanya Sultan Hamid II dari Pontianak kebetulan suamiku orang Pontianak. Kita ambil dramanya kisah cintanya. Film ini inginnya cerita ringan tapi mempunyai nilai sejarah edukasi, punya nilai moralnya dan komersial juga”, imbuh Tina.

“Karena selama ini orang hanya tahu Garuda sebagai lambang negara tapi tidak tahu kisah dibalik itu, kenapa dipilihnya burung Garuda yang belum dipahami anak milenial jadi harus semenarik mungkin”, pungkas Tina.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *