Vicky Prasetyo Akan Dijemput Paksa

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

TABLOIDSELEBERITA, – Kasus perseteruan antara Vicky Prasetyo dengan mantannya yakni Vivi kembali bergulir. Kasus yang mengenai dugaan penggelapan mobil ini berlangsung cukup lama. Dengan didampingi kuasa hukumnya Mura Karta Simatupang SH, Vivi mendatangi Polres Jakarta Selatan, Selasa 07/08/2018.

“Hari ini merupakan panggilan pertama konfrontrir buat Vicky Prasetyo terkait penggelapan sebuah mobil Harrier warna hitam. Ini kasus sudah cukup lama namun karena penyidik toleran dengan waktu maka diberi waktu untuk menyelesaikan. Ternyata hari ini pun tidak diselesaikan. Untuk di konfrontir pun dia (Vicky Prasetyo) tidak muncul. Akhirnya kita minta untuk naik ke proses hukum karena pasalnya terpenuhi”, ujar Muara Karta usai menemui penyidik.

“Dia memang sudah jadi tersangka namun tidak ditahan karena masih ada toleransi. Penyidik kecewa hingga dibuat surat panggilan kedua kepada Vicky yang minggu depan kalau dia tidak juga hadir maka akan dilakukan penjemputan paksa”, tambah Muara Karta.

Di kesempatan yang sama Muara Karta juga memaparkan kasus ini berlarut – larut.

“Kasus ini terhalang karena saat itu Vicky menikah dengan Angel Lelga jadi terulur – ulur tapi sekarang sudah tidak ada lagi toleran dari Kepolisian artinya dia harus mempertanggung jawabkan”, papar Muara Karta.

Sementara itu masih ditempat yang sama Vivi juga menuturkan harapannya.

“Aku berharap ada itikad baik dari Vicky, karena sudah menunggu terlalu lama. Dari awal kita kan berteman baik – baik menyelesaikan masalah juga harus baik – baik nggak usah berbelit – belit. Pihak Vicky pun mengakui atas kekeliruan dan keasalahnya dan mau mengganti sebenarnya, cuman sampai saat ini tidak ada realisasinya”, tambah tutur Vivi.

Vivi juga mengatakan nilai kerugian yang diderita yakni sekitar 800 jutaan.

Falky Parera SH yang juga mendampingi Vivi di tempat yang sama juga menambahkan, “Negara kita negara hukum. Dia harus patuhi hukum. Ada panggilan kedua dia harus datang. Kalo tidak datang upaya jemput paksa akan berjalan”.

“Jika pada 14 Agustus tidak datang maka tanggal 15 Agustus dijemput paksa. 17 Agustusan Vicky di dalam bui, tinggal di borgol aja lah”, pungkas Muara Karta.

Please follow and like us:
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

− 6 = 2