Teh Bhumi Ikut Berlaga Di Asian Games 2018

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

Tabloidseleberita , – Asian Games 2018 bukan saja ajang berlomba atlet atlet dari berbagai negara, namun juga sebagai ajang memperkenalkan berbagai macam produk minuman ataupun makanan. Tak terkecuali Bhumi, yang merupakan produk teh berkualitas dalam negeri asal Solok, Sumatera Barat. Teh Bhumi ini merupakan produk kerjasama PT Angkasa Pura dengan PT. Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), yang berdiri pada tahun 2015 lalu.

“Asian Games 2018 ini merupakan moment besar sebagai ajang promosi teh Bhumi ini, dengan mencoba meramu teh nya dengan minuman kekinian”, ujar Widya Wiedagdo, Vice President Complience & Risk Management Angkasa Pura di Zona Kaka, Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (30/8).

“Ada beberapa varian yang kita mix dengan berbagai rasa, seperti ada rasa keju, lemon, susu dan daun pandan. Dan ini bisa menjadi produk unggulan atau favorit juga di teh Bhumi di Asian Games ini”, tambah Widya lagi.

Teh Bhumi sendiri terdri dari 9 varian yakni Liki White, Red Moon, Sir Green, Royal Sumatra Blend, Breakfast Tea , Royal Pandan Tea, Black Kaffir Lime, Green Ginger dan Sumatra Green Tea. Untuk Liki White sendiri jenisnya ada 2 yakni Wihite Theony dan White Tea , dan teh jenis ini banyak disukai pasar Eropa

“Nama Bhumi ini menggambarkan suatu filosofi dari alam Indonesia yang tumbuh suatu produk yang menjanjikan. Jadi memang mereknya itu gone to eart yang kita kembangkan dari tanah”, papar Widya.

Teh Bhumi memiliki sulfur yang tinggi dimana anti oksidanya tinggi dan memiliki nitrogen yang cukup tinggi, sehingga bermanfaat untuk tubuh khususnya untuk melancarkan peredaran darah.

“Teh ini tumbuh di daerah Kerinci, Solok Selatan, dan ini hidup diantara zona yang kelembabannya harus 18 derajat Celsius. Seperti teh putih yang bentuknya seperti teri. White tea yang dimiliki Bhumi ini tidak sama dengan white tea lainnya,” ungkap Nely I. Almatsier, Busines Develovment & Marketing Communication Manager Angakasa Pura Retail

“Untuk Asian Games 2018 ini yang banyak digemari Black Kaffir Lime dan Breakfats Tea, karena kebanyakan yang datang bukan pecinta teh beneran, dicampur dengan keju, susu dan lainnya”, imbuh Nely.

Mengingat banyaknya varian yang dimiliki Bhumi maka dibuat tea sane (sejenis teh ), sebagai campuran penambahan teh agar rasanya lebih kuat lagi atau pun hot.

Jadi kalau orang suka dengan jenis teh Green Ginger, yang ingin gingernya lebih hot lagi dicampur penambahan tea sane ini. Dan rencananya juga kita akan buka di Airport Juanda, Surabaya, Jawa Timur, namanya Tea Experience. Jadi orang orang suka minum teh bisa menikmatinya disana,” tutur Nely kembali.

Sebelumnya Bhumi juga pernah mempromosikannya dalam beberapa event internal dan juga event lainnya seperti di Gunung Bromo dan Nusa Dua Bali, yang diselenggarakan Indonesian Tourism Depelovment Corporation (ITDC).

“Dalam waktu dekat juga kita akan ekspor ke negara Eropa maupun negara lainnya. Dan rencananya juga kita akan buat dalam bentuk sachet atau celup. Sebenarnya kita juga sudah ada beberapa untuk kerjasama jaringan hotel sebagai komplimen di kamarnya, cuma karena belum kita jajaki jadi tertunda, Insya Allah dalam waktu dekat kita akan coba sachet ini, Tentunya semua ini juga karena bimbingan Dirut Angkasa Pura Retail, Ibu Edyana Paramitasari,” pungkas Widya.

Untuk pemasarannya saat ini teh Bhumi sementara dalam bentuk minuman yang dibandrol dengan harga Rp 15 ribu hingga Rp.20 ribuan. Sedangkan untuk kaleng dengan berat 40 gram dengan harga kisaran antara Rp75 ribu hingga Rp.200 ribuan /kaleng.

Please follow and like us:
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

32 − = 26