Sempat Trauma, Tuty Ariesta Dapat Dukungan Adik Kandung Pasha Ungu

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

Tabloidseleberita, – Bencana gempa dan tsunami di Palu dan sekitarnya ternyata menjadi sebuah hal yang tak bisa dilupakan penyanyi yang kini juga tercatat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di DPRD Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) ini.

Penyanyi bernama lengkap Tuty Ariesta Lahay ternyata punya cerita menegangkan saat gempa dan tsunami melanda kota Palu dan sekitarnya. Ia sempat jatuh bangun menyelamatkan diri saat gempa mengguncang kota Palu.

“Sesaat sebelum gempa, saya sama suami lagi silahturahmi ke saudara suami di lantai dua sebuah hotel. Pas gempa, saya panik dan berusaha menyelamatkan diri sampai jatuh bangun turun dari hotel. Sampai di jalan depan hotel, aspal jalanan sudah terbelah. Saya nangis dan cepat-cepat balik ke rumah karena ingat kondisi anak yang masih bayi dijagain sama keponakan,” cerita Tuty melalui pesan WhatsApp (WA), Rabu (17/10).

Pemilik single ‘Merelakanmu’ dan ‘Ungkapan Hati’ ini bahkan sempat terpisah dengan anak keduanya yang saat gempa terjadi tengah pergi berenang bersama teman-temannya.

“Baru besoknya ketemu. Sebelum gempa, anak kedua pamit mau renang sama temannya,” beber penyanyi yang sempat viral sebagai PNS Cantik di media sosial ini.

Tuty dan keluarga pun sempat mengungsi beberapa hari dan tidur hanya beralaskan karpet serta beratapkan langit karena takut berada dalam rumah akibat kerapnya terjadi gempa susulan. Selama beberapa hari mengungsi itu, mereka hanya bisa makan mie instan dan telur saja.

Setelah empat hari mengungsi, PNS yang bertugas sebagai Staf Humas dan Protokol DPRD Provinsi Sulteng ini baru bisa keluar dari kota Palu untuk mengungsi ke Kabupaten Tojo Una-Una, tempat keluarga besar Tuty tinggal.

“Itu juga baru bisa keluar dari Palu karena dijemput keluarga. Hari kedua dan ketiga pasca gempa masih susah buat ngungsi keluar kota. Akses jalan darat menuju Kabupaten Poso dan Tojo Una-Una masih belum bisa dilewati. Naik pesawat juga nggak bisa karena belum ada penerbangan. Mau naik Hercules tapi padat banget yang mau naik. Susah banget, ngantrinya lama,” ceritanya lagi.

Lantaran masih trauma, Tuty dan keluarga masih pikir-pikir untuk kembali ke kota Palu. Namun berkat dukungan dan motivasi dari sahabat dan keluarga, Tuty mulai siap untuk kembali ke ibukota provinsi Sulteng ini.

“Saya bisa kuat dan kembali ke Palu karen dukungan sahabat-sahabat saya, terutama dari adik kandung walikota Palu, Sigit Purnomo Said (Pasha Ungu), Kak Helmi Said,” ucap Tuty.

Ia juga ingin menyumbangkan suaranya bagi penggalangan dana korban gempa dan tsunami Sulteng sambil berharap kota Palu dan wilayah lain di Sulteng yang tertimpa bencana gempa dan tsunami segera bangkit.

“Harapan saya, Palu dan Sulteng bisa bangkit lagi. Bisa lebih maju lagi dan menjadi kota yang lebih religius,” pungkas Tuty.

Please follow and like us:
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

+ 67 = 77