Sejumlah Artis Angkat Bicara Terkait Kontroversi Film Lima

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

Tabloidseleberita , – Film Lima sebuah film yang menginterpretasikan sila – sila Pancasila ke dalam sebuah gambar yang diproduseri oleh Lola Amaria yang sempat mengundang kontroversi terkait kategori 17 tahun yang diberikan oleh LSF sementara sang produser menginginkan film ini masuk di kategori 13 tahun keataa mengundang beberapa kalangan artis angkat bicara seperti Kikan, Syaharani dan Purwacaraka.

“Sebenarnya ini tidak ada masalah kalo film ini diturunkan untuk usia 13 tahun, tapi memang harus butuh bimbingan orang tua. Memang ada beberapa scene yang pasti akan menimbulkan pertanyaan kalo buat saya justru film harus di kasih lebih banyak kesempatan untuk generasi muda. Mudah – mudahan bisa turun di 13 tahun bukan 17 tahun”, ujar Kikan saat nobar film Lima di Epicentrum beberapa waktu lalu.

Di kesempatan yang sama penyanyi Jazz Syaharani juga mengungkapkan tentang kontroversi ini.

“Kalo dari konten menurut gue pribadi mungkin untuk remaja masih okelah. Karena inti – intinya adalah cerita yang menuju ke arah positif. Kalo ada pedampingan agak lebih baik justru jadi film keluarga juga. Bisa jadi pendidikan Nasionalisme. Zaman sekarang anak – anak umur 13 sekarang nggak cupu – cupu amat”, ungkap Syaharani.

Sementara itu Lola mengatakan bahwa film Lima ini juga mendapat dukungan dari beberapa komunitas – komunitas.

“Ada 38 komunitas dari kepala sekolah, guru – guru, psikolog, para kiyai – kiyai yang punya santri 10 tahun keatas, beberapa kelompok pecinta Indonesia”, ungkap Lola usai nobar.

Masih di kesempatan yang sama Purwacaraka juga memberikan statement pribadinya terkait film ini.

“Dari 5 sila di film ini yang sensitif hanya sila pertama kalau boleh jujur, ke empat sila lainnya nggak ada masalah. Cuman ada masalah di masyarakatnya. Kalo orang yang intoleran pasti tidak setuju udah itu aja. Pendampingan atau tidak ada pendampingan kalo anaknya murni tidak ada masalah kecuali orang tuanya yang intoleran. Ini statement saya, saya jujur”, tegas Purwacaraka.

Pihak Lola sebenarnya sudah melakukan audiensi dengan pihak LSF terkait masalah umur. Namun pihak LSF tetap menyatakan bahwa film ini di kategorikan 17 tahun keatas.

“Saya menerima keputusan LSF tapi karena publiknya yang merasa harus penontonnya 13 tahun keatas untuk pendidikan toleransi mereka yang minta tanpa harus disuruh tanpa harus didemo. Saya harus bersyukur karena bukan saya lagi yang melawan tapi publik yang menekan LSF”, pungkas Lola. @novil_ajadeh.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

37 − = 31