Salmafina Sunan Bongkar Pahit Manisnya Nikah Muda Lewat Buku Biografi “Ketika Cinta Diuji”

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

TabloidSeleberita.com, Pasca bercerai dari Taqy Malik, kini Salma Fina Sunan nampak mulai bangkit dan beraktifitas kembali. Putri pengacara kondang Sunan Kalijaga itu juga tengah disibukkan dengan urusan bisnis barunya. Tak hanya sibuk berbisnis, Salma juga menepati janjinya dengan melaunching buku yang ia tulis tentang kisah perjalanan hidupnya mulai dari hijrah hingga perceraiannya dengan Taqy Malik yang belum pernah diungkapkan sebelumnya. Salma memberi judul “Ketika Cinta Diuji” pada bukunya tersebut. Sekaligus juga merayakan ulang tahunnya yang ke-19 tahun. Salma juga bersyukur masih diberi kesempatan merasakan pertambahan usia.

“Judulnya ketika cinta diuji itu tentang kehidupan aku realitanya seperti apa dari yang sebelum hijrah terus waktu hijrah, Allah kasih jodoh lalu pisah, terus akhirnya sekarang Allah berikan aku kekuatan yang luar biasa,” kata Salma Fina Sunan usai merilis buku biografinya bertajuk “Ketika Cinta Diuji” di Hotel Amaroossa, Antasari, Jakarta Selatan, Minggu (12/8).

Lebih lanjut Salma mengungkapkan perihal menikah muda itu indah, karena saat anak tumbuh besar, sebagai orang tua masih terlihat sebagai pasangan muda. dan yang pasti, menikah di usia muda bisa mencegah fitnah dan dosa. Terlepas dari sejuta impian menggoda itu, menikah muda bukan suatu komitmen yang mudah dijalani. tapi diperlukan tanggung jawab berdua dan berjuta persoalan hidup yang siap menantang.

Salma memang diketahui pernah gagal membina rumah tangga di usia sangat belia, itu sebabnya tak ingin melihat generasinya terpuruk lantaran menikah muda, dia membagikan kisahnya tentang pernikahannya melalui buku biografi berjudul “Ketika Cinta Diuji” .

“Aku di buku ini memberitahu bagaimana nggak enaknya menikah muda. Banyak yang digembar-gemborkan orang banyak, aku pribadi termasuk yang terhipnotis tentang quotes nikah muda. Tapi ternyata, nikah enggak segampang quote yang aku baca, makanya melalui buku ini aku berpesan sebaiknya semasa muda waktunya dihabiskan untuk berkarya dan mengeksplore segala sesuatunya, karena ketika sudah memutuskan untuk menikah muda banyak sekali hambatan didalamnya yang akan ditemui. silahkan nikah muda asalkan jangan menyesal dikemudian hari” katanya.

Salma juga menuturkan bahwa menikah muda membutuhkan perjuangan, pengertian satu sama lain dan harus ada kematangan pribadi yang baik untuk menghadapi setiap permasalahan, dan harus dihadapi bersama. Ia pun meyakini, menikah adalah menyatukan dua pemikiran berbeda. Meski diyakini menikah adalah suatu hal yang baik, menyempurnakan agama, namun menikah harus memiliki alasan. Bukan semata karena tidak bisa menahan diri atau hawa nafsu.

“Kalau karena tidak bisa menahan diri, ada opsi lain misalnya berpuasa. Kalau aku boleh tekankan, ketika masih muda lebih baik mengejar cita-cita, karena jodoh itu ketika pendidikan baik, lingkungan baik, karir baik maka akan dapat jodoh yang baik. Aku lebih menekankan pada anak muda, nikah muda itu enggak selalu baik seperti di quote,” pesannya.

Tak hanya kisah cintanya dan kisah yang tak pernah ter-ekspose media, dalam buku biografi ini Salma juga menceritakan tentang perjalanan hijrahnya, kerajaan bisnis yang dirintisnya dari nol hingga sebesar sekarang.
“(Buku ini) Ringan, tentang masa lalu aku yang dulu. Ada beberapa yang untold, yang belum pernah aku omongin di luar ada disini. Jadi ini semua my life journey,” katanya.

Salma juga mengatakan alasannya membukukan kisah perjalanan hidupnya agar banyak orang dapat terinspirasi. Menurutnya banyak orang yang tidak tahu bagaimana sesungguhnya menjalani hidup ditengah berbagai berita yang tersebar di media.

“Penting banget, lewat buku itu Insya Allah orang bisa terinspirasi. Karena disitu ada bagaimana, yang banyak orang lain nggak tau aku menjalani hidup yang seperti apa. Sekaligus ingin mengajak yang lain yang masih belum bisa move on karena kasus perceraian akibat nikah muda. percayalah perempuan itu juga bisa hidup tanpa laki laki,” ujarnya.

Dalam buku yang ia tulis sendiri sebanyak 60 persen dari biografi setebal 221 halaman tersebut memang menceritakan pengalaman pribadinya.

“Dulu aku cinta sama kehidupan aku yang lalu, sampai susah ninggalinnya. Pernah cinta sama seseorang dan ditinggalin. Sampai aku menemukan kekuatan yang membuat aku bangkit,” ungkap Salma.

Dalam buku yang diterbitkan AHA Media ini, Salma menulis dari sudut pandangnya dan tidak menyinggung nama siapapun, termasuk mantan suaminya Taqi Malik. buku itu juga telah lolos sensor dari ayahnya, pengacara kondang, Sunan Kalijaga yang juga telah membaca dan setuju dengan isi buku tersebut sebelum dipublikasikan.

“Nggak perlu minta izin siapa-siapa. Pas bagian perpisahan (bercerai), tidak menyinggung siapa pun, Insya Allah nggak ada apa-apa. Ini dari sudut pandang aku. semuanya karena di sana aku sendiri yang nulis bukunya, jadi semua cerita kehidupan aku realitanya,” ungkapnya.

Salma juga akan memaklumi jika nantinya pengalaman hidup yang ia bagikan lewat bukunya itu akan mendulang pro dan kontra.

“Kalau ada pro dan kontra ya pasti setiap apa yang aku lakuin, pasti ada pro dan kontranya. Aku berusaha untuk yaudah lah,” katanya.

Kendati pernah gagal menjalani rumah tangga dengan Taqy Malik. Salma mengaku tidak trauma dan kapok untuk menikah lagi. Namun ia mengaku akan lebih berhati-hati sebelum memutuskan untuk kembali menikah.
“Kapok (menikah muda) sih enggak ya. Trauma juga enggak,” kata Salma.

Salma juga menambahkan bahwa dirinya tidak akan langsung memutuskan untuk menikah tanpa berpikir matang-matang. Jika memutuskan untuk menikah, ia akan memperoleh restu dari orang tuanya.

“Meskipun menikah itu memang untuk menyempurnakan agama, tapi di usia aku yang 19 tahun aku masih belum terpikir menjalin rumah tangga dengan seseorang,” katanya.

Sekarang ini Salma hanya berpikir bagaimana dirinya bisa meneruskan studinya ke universitas. Ia juga menyatakan keinginannya untuk mempelajari dunia politik.

“sekarang mau kembangin bisnis, mau berpolitik, mau berpartai. Kalau menikah lagi belum kepikiran, tapi kalau besok menemukan jodoh kan nggak tahu juga,” ungkapnya. (GS)

Please follow and like us:
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

59 + = 65