Produseri ‘Geng Ojol’ Ini Cara Deddy Corbuzier Jadi Saluran Berkat

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather
Menggandeng komposer muda yang juga seorang YouTuber, Eka Gustiwana , Deddy Courbuzier membentuk ‘Geng Ojol’ yang beranggotakan Topik Syaiful Amin (Bass), Nickky Demos (Drum), Rezah Darda (Gitar), Diyan Susanto (Gitar)‎.

TabloidSeleberita.com, Banyak cara bisa dilakukan seseorang untuk bisa menjadi saluran berkat buat sesama, tempat dan waktunyapun tidak pernah ada yang mengetahui, sebab semua itu berjalan dengan sendirinya.  Mungkin ini bukan kali pertamanya Deddy Courbuzier melakukan hal tersebut. Sebab selama delapan tahun menjadi pembawa acara Hitam Putih. Deddy diketahui sudah banyak menolong orang lain yang menjadi nara sumbernya di acara tersebut yang hidupnya memang jauh dibawah kelayakan.

Gejolak hati yang kerap merintih inilah yang membuat mentalis yang juga pembawa acara Hitam Putih, Deddy Corbuzier merasa turut prihatin dengan nasib para pengemudi ojek online (ojol). Berdasarkan pengamatannya banyak ojol yang kerap mendapat perlakuan tidak manusiawi. Deddy juga kerap merasa sedih lantaran banyak dari pengemudi ojol yang usianya sudah lanjut usia. Realitas ini dialaminya langsung ketika memesan makanan.

Berangkat dari keprihatinan tersebut, Deddy pun mengajak YouTuber, Eka Gustiwana, berkolaborasi memproduseri “Geng Ojol”, grup band yang personelnya diaudisi dari pengemudi ojol.

“awalnya gue sama Eka lagi ngobrol-ngobrol. Terus mau pesen makan pakai (jasa) ojol. Tapi lama datangnya, pas datang yang anterin bapak-bapak sudah tua. Dari situlah muncul rasa kegelisahan di hati kami soal ojol ini,” kisah Deddy ditemui di Escape Coffee, dikawasan Darmawangsa, Jakarta Selatan, belum lama ini.

Deddy menyebutkan, dirinya sedih lantaran saat ini masih banyak pula beredar kabar masih seringnya terjadi konflik antara ojol dan ojek pangkalan. Selain itu, masih banyak pula pelanggan yang tidak berperikemanusiaan dengan melakukan pesanan fiktif, disertai dengan penempatan lokasi pemesan yang salah.

ngelihat semua perlakuan yang tidak manusiawi itu buat gue secara pribadi gelisah. makanya kami keluarkan ‘Geng Ojol’ ini dengan lagu ‘Jangan Di Cancel’. Ini adalah bentuk kegelisahan kami dan para driver ojol lainnya. Karena masih banyak mendapat perlakuan tak enak. Ya mungkin ini bagian kecil dan cara gue bagaimana supaya bisa jadi saluran berkat. Kalau selama ini gue sudah diberkati dengan berkat yang berlimpah yakni punya karir yang bagus, gue pikir nggak ada salahnya kalau kita dikasih kesempatan supaya bisa bermanfaat buat sesama,” tutur Deddy.

Menggandeng komposer muda yang juga seorang YouTuber, Eka Gustiwana , ‘Geng Ojol’ akhirnya dibuatkan single berjudul ‘Jangan Di-cancel’.

Ini memang kali pertamanya Deddy memproduseri grup musik bernama ‘Geng Ojol’. Sesuai namanya, para personel band itu adalah para pengemudi ojek online. Dari  ratusan pengojek online yang memiliki bakat bermusik akhirnya setelah melakukan audisi, akhirnya terbentuklah ‘Geng Ojol’ yang beranggotakan Topik Syaiful Amin (Bass), Nickky Demos (Drum), Rezah Darda (Gitar), Diyan Susanto (Gitar)‎.

Mengorbitkan para pengojek online, Deddy Corbuzier mengaku sudah siap merugi. Sebab ia menilai bahwa tujuan utamanya adalah membantu untuk meringankan kehidupan seseorang dari jeratan ekonomi. “jadi sebenarnya nilai kemanusiaan lebih tinggi ketimbang yang lain-lainnya. Tujuan utama gue kan mau bantu mereka sekaligus memotivasi mereka supaya tidak kehilangan semangat,” ungkap Deddy.

Apalagi, mantan suami Kalina Ocktaranny ini telah mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk keperluan produksi. Yang namanya mau memproduseri sesuatu jelas ada harga yang harus dibayar.

“sejauh ini sudah lebih dari 50 juta kami keluar uang buat produksi dan lainnya. Soal berhasil saya juga enggak tahu kedepannya bagaimana. Kalau berhasil itu berarti rejeki mereka semua. Intinya kami mau kasih tahu bahwa ada talenta-talenta di bawah sana yang sebenarnya juga bisa masuk televisi,” ungkapya.

“Saya juga enggak mikir soal keuntungan pribadi. Kembali ke tujuan awal kami yaitu  mau ubah kehidupan teman-teman pengemudi ojek online ini menjadi lebih baik. Dan kalau ada penjualan RBT lagu ini yang dipakai tukang ojek atau masyarakat, semua penghasilannya akan disumbangkan ke yayasan. Tentunya setelah dikurangin biaya produksi ya,” lanjutnya.

Deddy mengklaim, hingga saat ini video klip “Jangan Di Cancel” sudah ditonton 1,6 juta penonton di YouTube. Lagu tersebut berkisah tentang suka-duka pengojek online.

Kalimat inilah yang terlihat ketika mau menyaksikan videoklip ‘Jangan di Cancel’Mereka adalah asli para tukang ojek online, mereka lah yang kadang membuat kita tersenyum saat makanan kita tiba atau kesal karena menunggu lama.. Membantu kita dikala Macet atau malah membuat macet… Merekalah Para Ojek Online. Tapi kita tak pernah tahu kehidupan di belakang Roda yang menggilas aspal tersebut.. perjuangan mereka.. mencoba mencari sesuap nasi.. Inilah Geng Ojol hasil resah pemikiran kami, Kami mengumpulkan mereka ber 4 yang berasal dari latar belakang berbeda, tulis Deddy dalam keterangan video tersebut.

“Pas saya tanya Eka mau buat apa sih? Dia akhirnya buatkan lagu. Dan ternyata ini berhasil, yang menonton ada 1,6 juta. Hampir 50 persennya itu sopir ojek semua yang nonton dan komentar,” tandasnya.

Personel “Geng Ojol” terdiri dari Taufik asal Bekasi Timur, sebagai vokalis merangkap bassist, Reza Hardana (Depok) gitaris, Nicky Demos (Bekasi Utara) berposisi drum, dan Dian Susanto (Tangsel) gitaris.

Hingga saat ini keempatnya masih aktif tercatat sebagai pengemudi ojek online. Merekapun berasal dari latar belakang profesinya yang berbeda.

 

 

 

Please follow and like us:
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

38 − = 37