Potret Kebahagiaan Rumah Tangga Titi Kamal-Christian Sugiono

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

TabloidSeleberita.com, Christian Sugiono dan Titi Kamal adalah contoh pasangan selebriti yang memiliki kehidupan rumah tangga harmonis. Keduanya resmi menikah pada 2009 lalu. Titi Kamal mulai dikenal publik lewat perannya sebagai Maura di film Ada Apa Dengan Cinta di tahun 2002 lalu. Sementara Christian membintangi film Catatan Akhir Sekolah di tahun 2005. Diusianya yang sudah mau menjelang kepala empat, baik Titi maupun Christian nampak masih terlihat awet muda. Apa rahasia mereka? jawaban keduanya sangat sederhana, yaitu menjalani hidup dengan berbahagia.

Happy itu rahasianya. Sebenarnya semua kembali ke diri masing-masing bagaimana mau menjalani kehidupan ini. Kalau misalnya kita happy kan kita jadi bahagia menjalani hidup, ketemu teman-teman happy, ngerawat tubuh. semua jadi baik,” kata Titi saat ditemui dalam talkshow bersama Lactogrow di Multivision Tower, Kuningan, Jakarta Selatan, belum lama ini.

Ibu dua anak itu menjalankan kehidupannya dengan seimbang, antara bekerja, mengurus anak dan kebutuhan diri sendiri.

“Semua harus balance. Bisa jadi happy mom, enggak terlalu sibuk tapi ada porsinya. Ada bekerja, sekaligus ngurus anak sama me time juga,” katanya.

Sebagai suami, Christian Sugiono juga memuji paras istrinya yang tampak sama sejak pertama mereka bertemu di usia 20- an tahun. “dari awal sampai sekarang saya nge-lihatnya sama. Happy bagus. Tapi memang poinnya mau gimana perawatan kulitnya, mau gimana baju dan rambutnya kalau enggak happy kan kelihatan. Terpancar di auranya,” timpal Christian kemudian.

Bukan cuma itu keduanya juga mengaku ada rasa bahagia yang muncul ketika keduanya juga sama-sama merasa punya tanggung jawab dan porsi yang sama dalam mengurus kedua anaknya. Seperti misalnya Christian Sugiono ketika berbagi pola pengasuhan terhadap putra pertamanya, Arjuna Zayan Sugiono. Menurutnya, di samping hadir sebagai orangtua, dirinya juga selalu berusaha menjadi teman bagi Arjuna.

“Bagaimana saya memposisikan diri sebagai teman ke anak saya. Itu enggak gampang, karena dari mainan saja beda. Saya suka mainan pesawat, dia mobil,” kata Christian di acara yang sama. Tak jarang pilihan yang berbeda membuat Tian dan Arjuna “bertengkar”. Namun, dari situ ia melihat bahwa putranya memiliki teman beda pendapat di rumah. Hal itu menurutnya penting agar anak selalu terbiasa dengan pilihan yang berbeda. “Bukan karena dia suka mobil, lalu saya kasih, selesai,” kata dia.

Hal itu juga diterapkannya ketika menonton acara televisi. Dia mencontohkan ketika dalam sebuah acara terdapat sejumlah karakter. Christian selalu berusaha untuk terlibat dalam aktivitas putranya, meskipun tidak menyukai acara yang ditonton Arjuna.

“Misalnya ada karakter biru, merah, putih. Juna senang warna hijau karena apa. Selalu saya kebalikannya, misalnya merah. Dari situ Juna ada teman diskusi. Untuk membuat dia meyakinkan kalau pilihan dia lebih baik. Meskipun saya juga enggak mau kalah,” selorohnya.

Kendati merasa Juna berkarakrer introvert mirip seperti dirinya, namun christian selalu berusaha menstimulasi putranya dengan berbagai hal agar sang anak tak terlalu introvert. Dia menegaskan sebagai orangtua penting untuk selalu menunjukkan bahwa dirinya bahagia.

“Dari situ anak akan melihat bahwa hidup standarnya bahagia karena orangtuanya bahagia. Kalau kita terlalu banyak memerlihatkan hal yang negatif, dia akan melihat hidup itu negatif,” tegasnya.

Please follow and like us:
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

52 − = 46