Meet Me After The Sunset, Film Romantisme Cinta Remaja Tanpa Sentuhan

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

Satu lagi kisah percintaan remaja akan hadir di layar lebar. Adalah MNC Pictures yang akan meluncurkan film terbaru yang berjudul Meet Me After The Sunset. Film ini dibintangi oleh Agatha Chelsea, Billy Davidson, Maxime Bouttier. Film yang bertema kisah percintaan remaja memang sudab banyak namun yang membedakan film ini dengan yang pernah ada adalah romantisme tanpa sentuhan. Hal ini pun diakui oleh Danial Rifki sang sutradara film ini saat press screening Meet Me After The Sunset beberapa waktu lalu.

Meskipun tanpa sentuhan namun kepiawaian para pemain utama film ini dalam berakting bisa menghanyut para penontonnya. Seperti Agatha Chelsea yang berperan sebagai gadis desa yang masih lugu atau Maxime yabg berperan sebagai Vino yang anak kota yang pindah ke desa dan berusaha dengan segala upaya merebut hati gadis desa.

“Asyik sih, aku bilang film ini lebih fantasi, magical dan warna – warni banget film ini”, ujar Maxime di kesempatan yang sama.

Film ini bercerita tentang Vino (Maxime Bouttier) kesal karena orang tuanya sepakat pindah dari Jakarta ke Ciwidey, Bandung tanpa meminta persetujuan darinya. Kekesalan Vino berubah ketika ia tanpa sengaja melihat seorang perempuan cantik dengan gaya klasik bernama Gadis (Agatha Chelsea) sedang berjalan sendirian di tengah malam. Tapi baru sepintas, perempuan itu langsung menghilang di telan kabut.

Gadis ternyata diketahui dekat dengan seorang petugas penjaga hutan bernama Bagas (Billy Davidson). Mereka sudah bersahabat sejak kecil.

Vino berharap bisa kembali bertemu dengan Gadis, tetapi perempuan cantik itu tak pernah terlihat di siang hari. Gadis justru keluar rumah di saat semua orang sedang lelap tidur. Vino terpaksa melawan dinginnya malam, demi bisa bertemu dengannya. Namun Dadang (Yudha Keling), teman sekelas Vino, mengatakan kalau Vino menyukai orang yang salah. Gadis dikenal sebagai perempuan aneh. Ditambah lagi ada Bagas yang begitu mengerti tentang Gadis, hingga kehangatan yang diberikannya membuat Gadis nyaman.

“Kalo percintaannya kita lebih ngasih lihat ke percintaan build up chemistrinya dari tatapan aja sudah cukup. Salut buat penulis percintaan yang cukup dimainkan lewat dialog”, pungkas Maxime.

Seperti yang dibilang Maxime film ini memang asyik untuk ditonton terlebih lagi di dukung dengan gambar – gambar indah daerah pegunungan yang menambah romantis. Film ini akan tayang di bioskop mulai 22 Februari 2016 mendatangg. @novil_ajadeh.

Please follow and like us:
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

32 − 25 =