Mediasi Deadlock, Gus Bejo Laporkan RSUP Dr. Kariadi Semarang

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

Satu lagi rumah sakit yang akan berurusan dengan pihak Kepolisian atas dugaan malpraktek yang di lakukan oleh salah satu Dokternya. Rumah sakit tersebut adalah RSUP Dr. Kariadi Semarang. Dugaan malpraktek tersebut di alami oleh salah satu pasien yang bernama Muh Zaechan yang harus mengalami kebutaan.

“Kita lagi memperkarakan salah satu rumah sakit di semarang yaitu Rumah Sakit Kariadi yang di duga sudah melakukan Malpraktek”, ujar Gus Bejo kuasa hukum Muh Zaechan, Sabtu (10/2) di Jakarta.

“Klien kami awalnya memeriksakan matanya yang masih bisa melihat walaupun terganggu, namun setelah di periksa dan di diagnosa kemudian diberi tindakan operasi. Namun yang terjadi bukannya membaik tapi mata klien kami tidak dapat melihat atau dinyatakan buta”, tambah Gus Bejo.

“Maka atas kejadian tersebut kami melakukan upaya hukum mensomasi Rumah Sakit tersebut dan rumah sakit menanggapinya dengan baik. Harapan kami mengembalikan hak – hak penuh klien kami untuk dapat matanya melihat kembali.Rumah sakit memberikan jawaban ke kita untuk memberikan fasilitas pengobatan meneruskan pemeriksaan tersebut sampai selesai. Namun klien kami sudah trauma untuk kembali memeriksakan matanya di rumah sakit tersebut”, papar Gus Bejo.

Selain trauma sang pasien juga merasakan kejanggalan seperti yang diungkapkan oleh Gus Bejo

“Menurut klien kami ada kejanggalan. Yang pasti pegangan kami adalah diagnosa rumah sakit pendarahan di retina. Namun Dokter yang menangani operasi tersebut melakukan operasi katarak itu buat kami fatal sekali. Maka kami akan buktikan perkara ini melalui laporan pidana kita di Polda Jawa Tengah, ancaman hukum malpraktek 4 tahun”, tegas Gus Bejo.

Sebelum melangkah ke Kepolisian selain somasi pihak pelapor juga sudah melakukan mediasi sebanyak 2 kali. Namun mediasi tersebut mengalami Deadlock.

“Akhirnya kita tidak ada titik temu antara klien kami dengan pihak rumah sakit. Saat ini kita melakukan upaya hukum melaporkan pihak rumah sakit, Dokter yang menangani mata klien kami ke Polda Jawa Tengah”, pungkas Gus Bejo. @novil_ajadeh.

Please follow and like us:
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 + 1 =