Lutfillah ” Gimmick Dalam Sebuah Acara Harus Elegan BaikNya Iis Dahlia Minta Maaf “

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

Tabloidseleberita, – Iis Dahlia tersandung masalah, hal ini terkait dengan video saat Iis Dahli menjadi juri di salah satu ajang pencarian bakat yang sempat viral di berbagai media sosial. Di video tersebut Iis mengkomentari dengan cukup pedas kepada peserta audisi asal Bau Bau. Berbagai kecaman dan komentar pun terlontar dari kalangan netizen atas perkataan Iis di video tersebut. Tidak hanya netizen pengamat prilaku selebritis Lutfi Jw juga angkat bicara.

“Mimik Iis Dahlia dan Tri Utami memang sangat kurang mengenakkan saat menyampaikan kritikan dan saran pada peserta audisi itu. Sangat melukai perasaan. Bisa di bilang perbuatan tidak menyenangkan. Ini persoalan intinya”, ujar Lufti JW pengamat prilaku selebritas yang cukup dekat dengan beberapa kalangan selebritis ini.

Memang tidak hanya Iis Dahlia saja namun ada juga Tri Utami di dalam video tersebut yang juga mengkomentari penampilan peserta audisi.

Lutfi juga menerangkan bagaimana sikap yang seharusnya sebagai seorang juri.

“Juri harus tegas dalam memegang kriteria peserta yang diloloskan. Memberikan penilaian dan masukan atau advise pada peserta secara elegan dan etis. Sebagai publik figur yang dipercaya menyaring bakat publik figur baru, sang juri harus memberi tauladan”, terang Lutfi yang juga co writernya Jedar.

“Tauladan dengan attitude dan cara komunikasi yang bagus dan berbobot karena Iis Dahlia dan para juri lain disorot oleh jutaan mata dan diidolakan”, imbuh Lutfi yang bernama asli Lutfillah ini.

Sebagai seorang pengamat, Lutfi juga mengatakan bahwa pengaruh sang idola atau publik figur itu kuat, hendaknya mampu menjadi agen penebar perdamaian kebahagiaan dan budi pekerti.

Terkait komentar dari kalangan netizen bahwa kejadian tersebut merupakan gimmick dalam sebuah acara. Lutfi menyatakan pendapatnya.

“Walaupun gimmick, bisa disiasati dengan lebih baik agar kesan menyedihkan tidak muncul. Salah satu cara menarik kalangan well educated agar mau menonton televisi adalah dengan program berkualitas dan bintang – bintang yang beretika. Agar gimmick tidak selalu bermakna kotor. Semakin elegan gimmick-nya, maka akan semakin laris acara. Karena akan Banyak yang salut dan appreaiaai tinggi”, papar Lutfi.

Namun bagaimanakah bila gimmick dari salah satu acara tersebut tidak elegan ?.

“JIka gimmick-nya ecek ecek dan ga etis, maka kalangan well educated akan makin memusuhi televisi dan ini akan merugikan untuk jangka panjang. Karena kita sudah sampai pada gelombang peradaban yang humanistis”, papar Lutfi lagi.

Lutfi juga mengkritisi insan televisi harus mulai membangun narasi etis untuk masa depan yg lebih baik. Lupakan narasi bad news is good news gaungkan narasi good news is better news, sebarkan virus BAHAGIA dan BERBAGI ENERGI POSITIF.

“Iis Dahlia baiknya melakukan konferensi pers untuk mengklarifikasi dan minta maaf. Ini efeknya sangat posistif untuk Iis Dahlia dan Tri serta acara yang dibawakan. Tutuplah konflik dengan elegan agar netizen makin salut”, pungkas Lutfi.

Selain pengamat prilaku selebritas Lutfi JW juga co writernya Jessica Iskandar (Jedar) dan sekarang sedang mendampingi Jedar menyelesaikan buku ketiganya

Please follow and like us:
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

39 − 38 =