Kalam – Kalam Langit, Film Perjuangan Seorang Santri Yang Mengharukan

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

kalam kalam langit 2Di pertengahan bulan April 2016 akan hadir sebuah film Religi produksi Putaar Films Production yang berjudul ‘Kalam Kalam Langit’. Film ini dibintangi oleh Dimas Seto, Meriza Febriani,‎ Henidar Amroe, Mathias Muchus, Ibnu Jamil, dan aktris asal Lombok, Elyzia Mulachela. Film ini kebanyakan mengambil lokasi di daerah Lombok. Film ini menceritakan tentang kehidupan seorang santri yang bernama Jafar diperankan oleh Dimas Seto yang ingin mengikuti MTQ. Namun perjalannya terhambat oleh berbagai rintangan – rintangan. Film ini terinspirasi dari kisah nyata sang produser yakni H.R. Dhoni Ramadhan dan sang sutradara Tarmizi Abka.

“Saya dan sutradara sama-sama punya cerita tentang MTQ. Si sutradara kepengen jadi juara MTQ, saya waktu kecil ikutan MTQ. Akhirnya terjadilah film ini,” ujar Dhoni produser Kalam Kalam Langit saat preskon Film Kalam Kalam Langit, Selasa (12/04/2016) di Epicentrum Jakarta.

Di film ini juga mengungkapkan bahwa adanya kecurangan – kecurangan di MTQ yang belum di ketahui publik yang di lakukan oleh oknum – oknum. Meskipun ini film religi namun film ini bisa ditonton oleh  siapa saja karena mengandung unsure – unsur pendidikan mengajarkan kepada anak – anaknya berbakti kepada orang tua.

“Demi peran ini saya menghapalkan surah Ar – Rahman”, ujar Dimas Seto

Film ini bercerita tentang seorang anak yang bernama Jafar yang ditentang Ayahnya, yang selalu mengingatkan agar tidak memperjualbelikan kalam kalam Illahi demi popularitas dan mendapatkan hadiah, Ja’far kecil justru menerima tawaran beasiswa dari sebuah pondok pesantren.

Ternyata perjalanan cita cita Ja’far sangat berat dan berliku, dengan keadaan keluarga yang sulit, ayah sakit sakitan, Ja’far terus semangat mengejar mimpinya.

Bagaimana Ja’far kecil hingga dewasa memperjuangkan cita-cita dan Cintanya, ditengah kehidupan pondok pesantren dengan beragam karakter penghuninya. Ternyata santri pun manusia, ada saja yang nyeleneh, tega menyuap demi popularitas dan menggapai tujuannya sebagai juara MTQ.

Meskipun cerita ini sederhana namun penampilan para pemain – pemainnya dapat mempermainkan emosi penonton terutama penampilan artis kawakan Mathias Muchus. Penampilan Dimas Seto di film religi pertamanya ini boleh diacungin jempol yang bisa membuat suasana mengharukan meskipun hanya dalam waktu singkat Dimas Seto harus  mendalami karakternya di film ini.
Film ini sangat layak bagi anda pecinta film religi yang sarat dengan pesan moral, percintaan, dramatisasi yang mengharukan. @Novil_ajadeh

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

84 + = 85