DKR Kembali Gelar International Film Festival For Woman, Social Issues, Dan Zero Descrimination (IFFWSZ)

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather
SAMSUNG CAMERA PICTURES
Press Conference IFFWSZ

Dalam rangka menyambut Hari Perempuan Internasional (8 Maret) dah Hari Anti Diskriminasi Internasional (Zero Discrimination day Tanggal 1 Maret), Dewan Kreatif Rakyat (DKR) akan mengadakan International Film Festival For Woman, Social Issues, dan Zero Descrimination (IFFWSZ), sebuah Festival Film Internasional yang berkaitan dengan isu-isu tentang wanita, masalah sosial, dan persamaan hak tanpa deskriminasi.

IFFWSZ telah membuka pendaftarannya sejak bulan Mei tahun lalu dan hingga kini telah terkumpul 425 film. Sekitar 75 film akan diputar dari tanggal 6 maret sampai dengan 20 Maret 2016 di Pusat Kebudayaan Rusia, Kemenpora, Teras Cibulan Cafe, Bioskop Rakyat, dan berbagai tempat lainnya dalam bentuk bioskop keliling. Film-film yang diputar dapat ditonton secara gratis. Kali ini, IFFWSZ bekerja sama dengan beberapa festival internasional lainnya, yaitu Internastional Movie Awards dan Filmmakers World Festival.

Damien Dematra selaku founder dan director dari festival ini mengatakan “Festival perempuan seperti ini perlu diadakan, untuk menunjukkan kepada dunia bahwa ada banyak perempuan-perempuan pejuang diluar sana, mengingat di zaman modern seperti ini masih banyak ditemukan deskriminasi kepada kaum perempuan,”

Dan dalam rangkaian festival ini Dewan Kreatif Rakyat bekerjasama dengan Kementrian Pemuda dan Olahraga untuk melakukan pencarian bakat “Indonesian Young Filmmakers”, dan merekrut 30 pemuda Indonesia berbakat yang akan menerima beasiswa untuk dilatih secara intensif selama 6 bulan untuk menjadi filmmakers profesional yang siap mengharumkan nama Indonesia di ajang tingkat dunia.

Dirut LPP RRI Rosarita Niken Widiastuti  menyambut baik penyelenggaraan Festival Film untuk perempuan karena Film dapat memberikan inspirasi bagi kaum perempuan untuk dapat mengambil peran yang optimal, baik diranah domestik (keluarga) maupun peran diranah publik. Melalui Festival Film untuk perempuan diharapkan dapat meningkatkan kepedulian masyarakat untuk pengarus utamaan gender dan upaya peningkatan kualitas dan peran perempuan  pada semua aspek kehidupan, agar mencapai kesamaan derajat yang lebih besar antara perempuan dan laki-laki sehingga perempuan terintegrasi sepenuhnya dalam pembangunan nasional.

Pada acara ini juga diluncurkan Album Musik Video “ Karena Aku Perempuan” karya Natasha Dematra yang didedikasikan kepada seluruh perempuan di dunia. Musik Video “I Will Survive” dipilih sebagai lagu utama dari Album Musik Video ini. Lagu ini dipilih karena mengangkat isu tentang anti-kekerasan pada seluruh perempuan di dunia. (NVL)

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

− 8 = 1