Denny Ardiansyah Lubis, SH., MH: “Tidak Mungkin Ada Hubungan Hukum Pernikahan Antara Didi Dengan Jean Shalimar !”

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather
SAMSUNG CAMERA PICTURES
Denny Ardiansyah Lubis, SH., MH

Perseteruan antara Jane Shalimar dan Didi Mahardika masih berlangsung hingga saat ini. Bertempat di Pengadilan Agama Jakarta – Selatan kemarin tepatnya hari Kamis (18/02/2016) Denny Lubis & Associates selaku kuasa hukum Didi Mahardika menyerahkan bukti tertulis.

“Hari ini sidang berkaitan dengan pembuktian tertulis yang akan disampaikan oleh tergugat yakni mas Didi, jadi ini yang kedua kalinya untuk membuktikan tertulis”, ujar Denny Ardiansyah Lubis, SH., MH dari Denny Lubis & Associates usai persidangan.

“Bukti apa yg akan kami sampaikan, yaitu pertama adalah bukti bahwa ketika berlangsungnya pernikahan  menurut  versinya “JS” adalah pada tanggal 7 november 2012 ketika itu kita buktikan bahwa Didi Mahardika masih terikat dalam hubungan pernikahan dengan istrinya Garnetta ketika itu, sehingga kita membuktikan bahwa tidak akan mungkin ada hubungan hukum pernikahan antara Didi dengan Jean Shalimar, karena ketika itu Didi masih terikat hubungan suami istri denganGarnetta” tambah Denny Lubis

“Yang kedua kalau dia katakan ke media dan menyampaikan kemana-mana yang berkaitan dengan JS itu merasa tertipu ternyata si Didi tidak jujur bahwa dia masih terikat perkawinan, maka kami buktikan ada pemberitaan – pemberitaan online, pemberitaan – pemberitaan yang masih terekam di public pernyataan dia yg mengatakan “JS” menemani Didi Mahardika pada saat sidang perceraian dengan Garnetta, dia ada disitu, sehingga terbantahkanlah menurut kami secara hukum dan fakta bahwa dia tidak pernah tertipu malah dia mengetahui dan menemani Didi pada saat itu. Artinya apa kalau dia katanya istri sirih ngapain dia menemani ke sidang perceraian. Dalam Isbat nikah dibenarkan dalam satu pihak masih terikat dalam hubungan suami istri dengan yang lain nah itu adalah bertentangan dalam hukum Islam Isbat tidak akan boleh dilakukan”, tambah Denny Lubis lagi

“Yang ketiga kita membuktikan berkaitan dengan status, di gugatan mereka mendalilkan bahwa para penggugat dan tergugat ketika menikah sirih itu dalam kedudukan sebagai janda dan duda, nah kami tunjukan bukti cerai mas Didi dan mba Garnetta bahwa tanggal itu mereka masih berstatus suami istri belom ada keputusan cerai. Berikutnya pernyataan bahwasannya Majelis Ulama Indonesia sudah mengeluarkan kesimpulan yang diberitakan oleh beberapa media yang menjadi bukti mereka, kita counter  dengan berita atau foto-foto yang berkaitan  ketika mas Didi waktu itu hadir memenuhi panggilan ataupun klarifikasi di Majelis Ulama Indonesia ketika itu tanggal 23 Oktober 2014. Ketika itu hadir kita disitu sehingga itu membuktikan bahwa fakta-fakta hukum tanggal yg mereka telah sampaikan sudah ada kesimpulan MUI tidak mungkin karena kami belum diklarifikasi sehingga sangat naif sebuah lembaga seperti Majelis Ulama Indonesia mengeluarkan sebuah kesimpulan tanpa memanggil pihak yang lain atau pihak yang merasa dilaporkan adanya nikah sirih mas Didi dan kami beri fakta hukum sebenarnya bahwa itu belum ada pada tanggal yang mereka sampaikan itu belum ada dan belum dimintai keterangan oleh Majelis Ulama” tegas Denny Lubis

Denny juga menambahkan : “Kemudian bukti-bukti apalagi yang kita sampaikan berkaitan dengan bukti beberapa putusan pengadilan yg sama kira-kira berkaitan dengan permohonan Isbat yg ditolak oleh pengadilan agama. Contohnya di pengadilan agama palu itu disitu penetapan dimana Majelis ketika itu menolak. Kenapa? Memang pada saat itu salah satu pihak terikat hubungan perkawinan dengan pihak lain sehingga Majelis menolak. Ada lagi putusan di pengadilan Bondowoso juga menyatakan menolak, karena sepanjang salah satu pihak tidak menyatakan adanya pernikahan berarti tidak ada hubungan hukum sama seperti mas Didi. Mas Didi dari awal mengatakan tidak ada pernikahan sehingga tidak ada hubungan hukum dan  dalam putusan pengadilan negeri di Bondowoso jelas dan tegas menolak karena dianggap  tidak ada hubungan hukum tidak bisa di buktikan adanya sebuah pernikahan. Sehingga bukti-bukti itu telah kita sampaikan tinggal menunggu minggu depan kita akan menghadirkan saksi berkaitan dengan saksi yang disampaikan secara fakta bahwa 7 November yang mereka klaim dirumah mas Didi ada pernikahan sirih kita akan mencari saksi-saksi yg akan menyatakan tidak pernah ada. Yang pasti berkaitan dengan orang yang mengetahui setiap dirumah itu ada acara pasti dia tahu yaitu dia adalah protokoler dirumah itu karena dirumah itukan setiap acara, jangankan untuk nikah sirih untuk acara ulang tahun dan acara-acara lain ada yang menjadwalkan jadi itulah seseorang yang akan kita jadikan sebagai saksi kita. Ada lagi beberapa orang yang dianggap mengetahui keberadaan mas Didi. Dia mempunyai asisten pribadi dia punya ajudan pribadi itukan orang-orang yang dekat dengan mas Didi dan yang tahu benar persoalan – persoalan apakah ada pernikahan ketika di tanggal yang mereka klaim”

Berkaitan dengan foto-foto yang sudah beredar Denny Lubis menyatakan “Kita tidak mau menuduh ataupun menganggap sesuatu itu secara jelek tetapi  yg pasti Isbat itu akan disahkan apabila syarat hukum nikah itu terpenuhi ada atau tidak pernikahannya karena pernikahan kan bukan foto, atau kalau itu mau dijadikan sebuah petunjuk tidak ada yang berkaitan syarat hukum nikah itu dalam foto itu. Pertama adanya mempelai laki-laki dan perempuan, setiap foto coba liat mana ada foto bersebelahan, yang kedua berkaitan dengan wali ataupun orang yang menikahkannya juga bisa dilihat pada setiap waktu dimana mereka membuktikan wali tersebut tidak hadir  hanya memberikan pernyataan. Nah kalau dalam hukum kita orang menikah itu akan dicatat pada hari dan waktu pada saat pernikahan nah kita lihat pada tanggal itu. Sehingga menurut kita foto, dokumentasi ataupun beberapa pernyataan yang ia buat itu tidak menunjukan sahnya sebuah pernikahan apalagi ia menunjukan foto cincin mas kawin, nah cincin mas kawin mahar yang dia tunjukan itu foto tersebut sama sekali tdak ada foto yang ketika mas kawin itu dipasangkan, sampai dipersidangan tidak ada sehingga siapa yang bisa meyakinkan cincin mas kawin pada saat pernikahan itu nah itu yang kita bilang sangat janggal. Kalau mau membuktikan ya buktikanlah fotonya itu syarat sah sebuah pernikahan. Kalau saksi biasanya walaupun dia nikah sirih dia tercatat ada pernyataan hari, tanggal saksi itu akan disebutkan namanya, kalau ini menyebutkan kakeknya, pamannya itukan tunggal tidak ditanda tangani langsung oleh saksinya. Ada saksi pernikahan, ada juga saksi yang hadir pada saat itu, nah ini kita tidak jelas mana saksi pernikahan dan mana saksi yang hadir berarti semua itu yang menyatakan dia yang hadir. Kalau dia saksi pernikahan tanda tangani di kertas dokumentasi tertulis nah itu yang kita katakan tidak ada satu pun syarat  yang bisa dibuktikan secara langsung. Kalau berupa pentunjuk sms apalagi naifnya sebutan sayang yang seolah dia suami istri bukan seperti itulah yang dikatakan hukum acara. Membuktikannya itu bukan dari bukti sms. Dia juga bilang telah tinggal di rumah bukan dengan SMS tapi dia buktikan dia datangin kantor lurah setempat atau Rt/Rw tanyakan minta surat selembar pernah bedomisili tidak, ada yang domisili sementara ada yang sudah langsung tinggal disitu nah itu, harusnya dia buktikan bukan hanya dari sms dari foto gitu loh. Nah itulah maksudnya perumpamaan yang kita maksudkan dalam hukum acara yang harusnya dia buktikan disini tuh tidak layak dan pantas untuk dijadikan bukti yang sah”.

SAMSUNG CAMERA PICTURES
Denny Lubis dan Adi Mansar

“Ada 3 point tambahannya sekarang, yang pertama karena memang ini Isbat bermohon dalam sebuah gugatan agar dicatatkan kan begitu, agar dicatatkan sebuah perkawinan seharusnya ada 3 hal pokok yang harus mereka kemukakan sebelum mereka meminta sebuah gugatan yang pertama adalah, ketika orang mau menikah ini kan keluarga – keluarga yang di satukan jadi sangat tidak mendukung data – data yang mereka kemukakan apabila kemudian misalnya pernikahan itu tidak didukung oleh keluarga inti ke dua belah pihak, keluarga inti kedua belah pihak ini, orang tua ataupun ibu kandungnya mas Didi itu masih ada, dan kemudian keluarga-keluarga dekatnya mas Didi itu tetap masih ada artinya jangankan hanya orang yang akan menikah yang tau warga negara Republik Indonesia ini pun tau sebetulnya keluarga Didi ini siapa, nah itu yang pertama, yang kedua ketika persoalan sudah sampai ke pengadilan para penggugat ini baru kemudian berusaha mencari alat bukti, dimana alat bukti dan saksi yang mereka itu sesungguhnya tidak bisa mereka hadirkan secara maksimal apabila orang yang menikahkan itu tidak bisa mereka dihadirkan gitu, nah sampai hari ini yang disebut apakah ada kiyai, apakah ada ustadz, ulama semua yang hadir disitu tidak pernah memberikan keterangan sebagai saksi di persidangan buat saya. bahwasannya ‘ya saya yang menikahkan’ nah gitu, sehingga ini persis yang dimunculkan adalah foto persis seperti foto pernikahan ketika ada sebuah angle sinetron misalnya ada acara pernikahan nah itu, jadi sangat diragukan kalaupun kemudian foto itu tidak bisa di buat sebagai alat bukti paling sebagai petunjuk saja pun itu sebetulnya di ragukan begitu, kenapa ? karena yang mengambil foto itu pun ga tau siapa dan dia dibawa sebagai saksi persidangan tiba-tiba punya aja muncul seperti foto mas kawin dan segala macam tadi, nah biasanya orang yang mau memberikan mas kawin kepada calon istrinya itu kan dibeli bersama-sama, bentuknya sama, atau malah masing-masing mempunyai satu –satu diantara mereka berdua, nah ini tiba-tiba muncul satu cincin emas, nah kemudian bertahta mutiara dibilang itu jadi mas kawin, sementara kapan disebutkan itu sebagai mas kawin juga tidak jelas nah, yang ketiga yang menjadi persoalan dengan proses persoalan Isbat ini ya adalah, ada niat yang tidak tulus dari pada penggugat dimana niat yang tidak tulus daripada penggugat itu seharusnya Isbat ini harus dibicarakan dulu antara sesama mereka, kalau nggak ada lagi persesuaian kalau ada pernikahan itu ya sama-sama dimohonkan, biar dapat hak kalau pun ada hak, yang menjadi soal kenapa nggak ada niat yang tulus, karena memang mereka tau pada saat itu posisi Didi Mahardika ini masih suami orang lain, jadi nggak mungkin dinikahkan apalagi ketika sudah tau itu suami orang dimohonkan isbat seperti sekarang melanggar aturan dalam kompilasi hukum Islam pun itu pasti tidak bisa diterima, nah sayang yang tiga itu hari ini menjadi sebuah titik nadir dalam proses permohonan mereka itu berarti tinggal bagaimana kita sebenarnya meyakinkan Majelis Hakim minggu depan dengan saksi-saksi yang kita bawa, bahwa pernikahan antara Jane Shalimar dengan Didi Mahardika itu tidak pernah ada. Inilah kira-kira semacam gambarannya juga ya bakalan kita patahkan semua fakta-fakta yang mereka keluarkan di persidangan bukti sudah kita ajukan secara tertulis mungkin minggu depan insyaallah kita ajukan saksi-saksi begitu, ya kita diberi waktu 2 minggu untuk menghadirkan itu , tapi itu semua sudah kita siapkan tinggal menggodok siapa saja orangnya kira-kira itemnya sudah ada yang seperti dibilang pak Denny tadi ada yang kepala rumah tangga, semacam protokoler kalau ada acara dan segala macam pasti, dan kemudian segala sesuatu itu menyediakan acara dirumahnya itu selalu ada orangnya dan kemudian juga mau membuat acara apapun disitu pasti keluarga besar tau, mungkin itu tambahan yang bisa kita sampaikan” ungkap Adi Mansar, SH, M.Hum di tempat yang sama

SAMSUNG CAMERA PICTURES
Denny Lubis & Associates

“Berkaitan dengan alat bukti yang kita sudah kita sampaikan khususnya bukti tertulis maka kami berkenyakinan secara fakta pernikahan sirih tidak pernah terjadi dan tidak pernah ada  dan kami mohon kepada Majelis untuk bisa melihat secara ini utuh bahwa pemohonan Isbat yang diajukan oleh “JS” sebagai pihak penggugat akan dikatakan ditolak, karena yang dimintakan pengesahan pernikahan adalah mengesahan poligami, kenapa ? karena pada saat itu masih suami Garnetta. Tidak bisa hanya dengan foto orang dapat mengklaim terjadinya pernikahan Orang akan gampang melakukan permohonan Isbat tanpa ada bukti atau fakta yang benar jangan hanya sekedar foto maupun sms,” pungkas Denny Lubis

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

20 + = 24