Chintami Atmanegara Mengagumi Motif Batik Rembang

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

TabloidSeleberita.com, Artis senior yang juga berprofesi sebagai perancang busana, Chintami Atmanegara, mengaku sangat senang batik sebagai pakaian khas nusantara kini bisa mendunia. Oleh sebab itu, dirinya juga turut terlibat dan fokus dalam merancang sekaligus memproduksi busana tradisional dengan bahan dasar batik.

“Batik Lasem sebagai salah satu corak batik nusantara memiliki ciri khas yang unik yakni motifnya sangat klasik, lebih detail dan masih dikerjakan secara tradisional, saya kagum sama corak dan motifnya,” kata Chintami di sela pameran Tribute to Batik Indonesia, di Pasaraya The Pride of Indonesia, Blok M, Jakarta Selatan, Jumat (5/10) malam.

Ia pun mengaku bakatnya dalam menciptakan busana sudah dimiliki sejak masih sekolah. Bahkan, ia menjalaninya secara otodidak ketika melihat ibunya menjahit pakaian.

“Sejak dulu saya suka mendesain sebuah busana dan sering memakai kain tradisional batik,” katanya.

Bakat Chintami Atmanegara dalam hal mendesain busana menggunakan bahan kain tradisional, ia terapkan melalui produksi busana bermerek “Nagara By Chintami Atmanagara”.

Setelah jarang muncul di dunia entertainment pasca-memutuskan untuk berhijab, wanita yang akrab disapa Tami ini mulai menyalurkan keahliannya di bidang merancang busana.

“Sejak beralih mengenakan hijab dan mulai mengurangi jadwal syuting. Saya baru punya kesempatan untuk menekuni dunia fashion yang sudah saya idamkan sejak dulu. Saya senang bisa mewujudkan impian saya membuat busana berbahan kain tradisional batik, saya tertarik karena ingin sekali untuk mengembangkan kain warisan budaya bangsa yang mendapat pengakuan Unesco sebagai warisan dunia itu harus kita jaga dan pertahankan kelestariannya,” jelas adik kandung Minati Atmanegara ini.

Chintami juga mengaku senang bisa mewujudkan impiannya untuk menghasilkan busana berbahan kain tradisional batik, dan tertarik mengembangkan kain warisan budaya bangsa ini.

“Batik Lasem yang berasal dari Rembang cukup bisa bersaing di pasar internasional, lantaran keunikan motif dan kental menggambarkan kearifan nusantara selain itu dikerjakan dengan cara yang tradisional, membuat saya lebih banyak memproduksi busana yang berasal dari Batik Lasem,” ucap Chintami.

Seperti diketahui, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang bekerja sama dengan Pasaraya menggelar pameran Tribute To Batik Indonesia bertajuk The Art Of Rembang, 2 hingga 31 Oktober mendatang yang digelar dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional.

Dalam acara pembukaan pameran itu, turut dihadiri oleh Bupati Rembang, H Abdul Hafidz, Wakil Bupati Rembang, Bayu Andrianto, CEO Pasaraya, Medina Latief Harjani dan Dona Latief ini memamerkan beragam produk unggulan dari Kabuaten Rembang diantaranya Batik Tulis Lasem yang terkenal dan melegenda.

Please follow and like us:
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

74 + = 84