Berbekal Aksen 80an, Ghaniya Coba Peruntungan Lewat Single ‘Jumpa ketiga’ 

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

TabloidSeleberita.com, Talenta-talenta muda dan berbakat di industri musik selalu saja membutuhkan sosok yang baru. Ada yang datang tapi tidak sedikit juga yang tersingkir karena kerasnya persaingan. Seleksi alam tentunya  berbicara mutlak ketika sudah memutuskan mau menyemplungkan diri sepenuhnya dalam jagat hiburan yang penuh dengan intrik.

Menjajal dunia hiburan, khususnya musik, memang tidak dilarang oleh siapapun. Ibarat ruang bebas, siapa saja yang merasa punya kapasitas dan kemampuan silahkan masuk dan memilih ruang kosongnya.

Saban hari, memang kita disuguhkan wajah-wajah penyanyi, duo ataupun band baru yang sekedar membawa single ataupun album dengan packaging yang bermacam-macam bentuk.

Satu lagi penyanyi pendatang baru yang coba menjajal keberuntungannya di belantika musik tanah air, adalah Ghaniya Yuzareta, atau biasa disapa Ghya, coba memberanikan diri membuktikan kemampuannya bernyanyi dengan merilis debut single berjudul ‘Jumpa Ketiga’ karya Nico Ajie Bandy dan Tiwi Skc. Lagu bergenre cinta dan melow dengan sentuhan akordion ini, terasa pas dengan karakter Ghya yang konon menyukai lagu-lagu era 80-90’an. Dilihat dari rentang usianya yang baru 16 tahun, pilihan genre bermusiknya termasuk pilihan yang berani dan beresiko lantaran diluar kelaziman anak muda seusianya.

Kesukaannya dalam dunia seni, terlihat sejak kecil. Menurut sang ayah, yang kini menjadi eksekutif produser dalam single ini, minat Ghya pada musik membawanya ke beberapa kompetisi, dan festival musik serta undangan mewakili sekolahnya. Bukan Cuma itu, Ghya pun pandai menari, dan ikut serta berpartisipasi dalam acara ‘International dance exchange’ di China dan Jepang. Bahkan, lewat media sosial seperti instagram atau youtube atas namanya sendiri, mengunggah karya-karya dalam bentuk cover song.

Ghya dengan talentanya, demikian memiliki rentang waktu cukup panjang meniti karir sebagai penyanyi karena usianya cukup muda. Diperlukan treatment khusus untuk menanganinya, agar ia tumbuh menjadi sosok penyanyi yang memiliki karakter kuat. Ghya yang pandai bermain gitar, keyboard, dan juga masih belajar olah vokal dengan coach Bertha, harus banyak diberi ruang atau panggung untuk mengeksplor kemampuannya sekaligus mengasah terus keterampilannya bernyanyi.

Secara fisik Ghya memang good looking, ibarat sebuah produk, ia harus dikemas dengan baik untuk masuk di pasar musik yang sangat ketat. Gadis manis berdarah campuran Medan, Aceh dan Belanda ini, adalah aset masa depan di ranah musik Indonesia, jika terus dipupuk dengan pembekalan dan jam terbang.

 

Please follow and like us:
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

7 + 3 =