Bekraf Meresmikan Kerjasama Bersama Irama Nusantara

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

DSC_0711Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf meresmikan program kerja sama pengarsipan dan pendataan hasil industri rekaman di Indonesia. Pengarsipan dan pendataan ini merupakan kerja sama Bekraf dengan Yayasan Irama Nusantara yang didukung oleh berbagai musisi dan penyanyi serta stasiun siaran radio di indonesia.

Hasil kerja dokumentasi ini akan dapat dengan mudah dinikmati melalui situs iramanusantara.org. Bagi publik yang ingin mengenal kekayaan musik populer Indonesia tersebut dapat diakses secara interaktif melalui perangkat elektronik berbasis internet karena selain dapat mendengarkan seluruh koleksi musik secara gratis, pengunjung situs juga dapat menikmati sajian karya visual dalam bentuk salinan digital sampul album yang dirilis saat itu.

Saat ini, situs iramanusantara.org telah memiliki pengarsipan dalam bentuk digital untuk sedikitnya 1.000 rilisan fisik musik Indonesia di era tahun 1950-an hingga 1980-an. Melalui peluncuran program dokumentasi musik indonesia ini, Bekraf dan Irama Nusantara diharapkan dapat menambah arsip musik sejumlah 1.500 rilisan dari era tahun 1920-an hingga 1950-an. “Kami optimis ingin menyediakan 100 rilisan digital di setiap bulan”, ungkap Triawan.

Rilisan digital tersebut berasal dari data piringan hitam musik Indonesia yang mendominasi format rekaman saat itu. Minimnya ketersediaan piringan hitam dengan kondisi layak menjadi tantangan tersendiri selama proses alih bentuk musik Indonesia dari fisik menjadi berkas digital.

Kini Irama Nusantara bersama Bekraf sudah memulai upaya pendataan ke seluruh Radio Republik Indonesia (RRI). Langkah yang sedang dijalankan adalah survey materi rekaman musik Indonesia. RRI adalah radio pemerintah tertua yang disinyalir banyak memiliki rekaman dan materi mengenai musik Indonesia yang sangat berguna untuk upaya pengarsipan.

Alvin Yuanata dari Irama Nusantara menjelaskan, Irama Nusantara, Irama Nusantara tidak hanya akan mengarsipkan lagu-lagu lama melainkan juga lagu-lagu masa kini dengan izin dari pencipta lagu dan penyanyinya. “Kami berharap koleksi musik masa kini dapat menambah kekayaan ranah musik Indonesia. Untuk itu, kami ingin melakukan pendekatan kepada berbagai pihak dan mengundang setiap pecinta musik Indonesia untuk terlibat dalam gerakan ini, ” pungkas Alvin. (@dikagbrl)

Please follow and like us:
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

6 + 4 =